Kevin Wu: Kini Tak Lagi Terkendala Jam Kantor

JAKARTA, HR – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, kembali menghadirkan Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH), sebagai langkah nyata mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Kegiatan yang untuk kedua kalinya digelar ini berlangsung di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, dan langsung mendapat sambutan antusias dari warga. Sebanyak 59 warga tercatat memanfaatkan berbagai layanan yang dibuka dalam kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Komisi A, Kevin Wu menyebut program pelayanan malam hari lahir dari kebutuhan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan pemerintah akibat terbatasnya waktu operasional kantor pelayanan.

“Banyak warga seperti pekerja, pelaku usaha, mahasiswa hingga pelajar tidak sempat mengurus administrasi di siang hari karena aktivitas mereka. Ketika memiliki waktu luang, kantor pelayanan sudah tutup,” ujar Kevin Wu di lokasi kegiatan, Selasa (28/4/26).

Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat hingga tingkat kelurahan. Hasil koordinasi itu melahirkan pelayanan malam hari yang kini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Kevin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat yang telah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Ia menilai PTMH menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan itu, berbagai layanan dibuka mulai dari administrasi kependudukan, layanan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan infrastruktur seperti Bina Marga dan layanan air bersih PDAM. Aduan yang paling banyak diterima, kata Kevin, berkaitan dengan persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Tak hanya mengurus administrasi, warga juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan secara langsung kepada pemerintah.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik malam hari bagi masyarakat.

“Ini bentuk sinergi eksekutif dan legislatif untuk menghadirkan pelayanan terbaik. Sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan waktu pada siang hari,” ujarnya.

Iin menjelaskan pelayanan yang diberikan terbagi dalam dua kategori, yakni layanan administrasi dan layanan fisik terkait pengaduan masyarakat. Seluruh unsur pemerintah dilibatkan, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga unit teknis terkait.

Ia juga mencontohkan seorang pelajar yang memanfaatkan layanan malam hari untuk melakukan perekaman KTP meski belum genap berusia 17 tahun. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti pelayanan publik kini semakin fleksibel dan mudah diakses masyarakat.

“Warga merasa terbantu karena prosesnya cepat dan memberikan kepastian pelayanan. Ini membuktikan pemerintah bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Pemkot Jakarta Barat berharap kegiatan Pelayanan Terpadu Malam Hari dapat terus digelar secara berkala agar akses masyarakat terhadap layanan pemerintah semakin luas, merata, dan mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung. •didit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *