JAKARTA, HR — Kematian 35 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam kurun waktu setahun mengguncang perhatian publik dan memicu sorotan terhadap sistem kerja aparatur di lapangan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan bahwa banyaknya anggota yang meninggal diduga berkaitan dengan tingginya beban kerja saat bertugas.
Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu. Ia menilai angka kematian puluhan petugas itu bukan lagi persoalan biasa, melainkan sinyal darurat yang harus segera ditangani Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara menyeluruh.
“Kami di Komisi A melihat ini sebagai alarm serius. Angka 35 anggota Satpol PP meninggal dalam setahun dan dikaitkan dengan beban kerja serta minimnya fasilitas jelas tidak bisa dianggap biasa. Ini menunjukkan ada persoalan nyata dalam manajemen SDM dan dukungan operasional di lapangan,” ujar Kevin.
Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibebankan hanya kepada internal Satpol PP semata. Ia menegaskan perlu adanya evaluasi lintas sektor di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari kebutuhan personel, pola distribusi tenaga kerja, hingga dukungan anggaran dan kebijakan.
Kevin menyoroti masih minimnya jumlah personel yang membuat banyak petugas harus bekerja dalam tekanan tinggi dengan jam kerja panjang. Ia mengingatkan agar jangan sampai aparat penegak ketertiban justru menjadi korban akibat sistem kerja yang tidak manusiawi.
“Kalau sampai ada petugas bekerja dengan jam panjang tapi tidak didukung fasilitas istirahat yang layak, berarti memang ada yang tidak beres dalam sistemnya,” tegas Kevin.
Ia juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), hingga pimpinan daerah untuk turun tangan mencari solusi konkret agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Kevin mendesak adanya pembenahan menyeluruh, mulai dari evaluasi pola kerja yang lebih manusiawi, penambahan personel secara bertahap, penyediaan fasilitas istirahat yang memadai di lapangan, hingga pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh anggota Satpol PP.
“Ke depan ini harus segera dibenahi. Kami juga akan mengawal dalam pembahasan anggaran dan evaluasi kinerja agar keselamatan petugas benar-benar menjadi prioritas,” ungkap Kevin.
Ia menegaskan, menjaga ketertiban kota tidak boleh mengorbankan keselamatan para petugas yang berada di garis depan. Menurutnya, negara wajib hadir melindungi aparat yang setiap hari bekerja menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Intinya, kita tidak bisa bicara ketertiban kota tapi mengabaikan kondisi orang-orang yang menjaga ketertiban itu sendiri. Jangan sampai Satpol PP menjadi korban dari sistem yang tidak siap,” tutup Kevin. •didit








