JAKARTA, HR — Suasana penuh kedamaian dan semangat kebersamaan mewarnai kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026), saat ribuan umat Buddha mengikuti kegiatan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) yang tahun ini mengusung tema besar “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Tradisi Pindapata yang menjadi inti kegiatan berlangsung khidmat. Para Bhikkhu berjalan menyusuri kawasan acara untuk menerima persembahan makanan dari umat sebagai bentuk dana atau kebajikan. Tradisi suci ini tidak hanya memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol kerendahan hati, kesederhanaan, serta ikatan batin yang erat antara Sangha dan masyarakat.
Pantauan media, ribuan umat tampak antusias mengikuti prosesi sejak pagi hari. Mereka berbaris dengan tertib sambil membawa persembahan makanan dan kebutuhan pokok untuk diberikan kepada para Bhikkhu. Momen tersebut menghadirkan suasana religius yang sarat nilai kemanusiaan dan toleransi.
Tak hanya menjadi ritual keagamaan, Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 juga diisi berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Mulai dari donor darah, pengobatan gratis, bakti sosial hingga pelepasan satwa atau Fang Shen sebagai simbol cinta kasih terhadap seluruh makhluk hidup.
Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Banyak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan panitia, sementara donor darah menjadi bentuk nyata kepedulian sosial lintas komunitas.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, terselenggaranya Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 menjadi bukti nyata kuatnya semangat toleransi dan penghormatan antarumat beragama di Jakarta.
“Kami mengapresiasi dukungan semua pihak atas kegiatan hari ini, seperti Bapak Menteri Agama Prof KH Nazaruddin Umar MA beserta jajaran, Ibu Wamen Ekraf Irene Umar, Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya, PPKK Kemayoran, TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, MGK Kemayoran, juga kepada para donatur, umat serta insan pers,” ujar Kevin Wu.
Kevin menegaskan, dukungan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terhadap kegiatan keagamaan seperti ini menjadi cerminan bahwa Jakarta terus menjaga nilai persatuan dalam keberagaman.
“Terselenggaranya kegiatan ini membuktikan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah untuk menjaga toleransi dan penghormatan terhadap semua pihak dalam melaksanakan kepercayaan serta keyakinannya,” ungkap Kevin Wu.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Raya Tri Suci Waisak yang akan jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang.
Dengan semangat “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pesan perdamaian, kepedulian sosial, dan persaudaraan lintas umat di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. •didit








