Pemkab Taput Serahkan Huntap Tahap II untuk 33 KK

TAPANULI UTARA, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara terus mempercepat pemulihan warga terdampak bencana. Kali ini, Pemkab menggelar verifikasi, pengundian, dan penyerahan bantuan Hunian Tetap (Huntap) Gotong Royong Pascabencana Tahap II di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kamis (9/7/2026).

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Asisten Perekonomian dan Pembangunan David Sipahutar serta sejumlah perangkat daerah teknis turut mendampingi acara.

Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) menerima hak kepenghunian beserta bantuan perabotan rumah. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Tapanuli Utara dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Baca juga:  Gubernur Babel Terima Kunker Komisi X DPR RI, Bahas Pendidikan dan Infrastruktur

Dalam sambutannya, Deni menegaskan bahwa pemerintah membangun Huntap sebagai tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Karena itu, penerima manfaat wajib memanfaatkan rumah sesuai fungsinya.

“Dasar pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi membangun ini adalah untuk menyediakan tempat tinggal, bukan untuk menambah aset pribadi, dikontrakkan, atau bahkan dijual. Jika ada rumah yang sudah selesai dan lengkap fasilitasnya tetapi sengaja ditelantarkan, Pemkab Taput akan mengambil tindakan tegas,” tegas Deni.

Pemkab Tapanuli Utara juga mempercepat penyediaan infrastruktur dasar di kawasan Huntap. Pemasangan jaringan listrik oleh PT PLN (Persero) telah dimulai dan ditargetkan selesai dalam satu pekan.

Sementara itu, Dinas PUPR Taput bersama PT WIKA memasang meteran air di setiap rumah. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pemerintah menyediakan pasokan dari sumur bor yang didukung dua tandon penampung. Selain itu, pemerintah sedang membangun reservoir yang akan menyalurkan air dari sumber mata air sejauh empat kilometer dengan kapasitas tujuh liter per detik.

Baca juga:  Empat Anggota DKC Majalengka Lulus UNAR, Perkuat Sinergi dengan ORARI

“Persoalan lahan untuk jalur pipa air sudah beres seluruhnya. Kita ingin memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih di sini,” ujar Deni.

Pemkab juga menata kawasan Huntap agar menjadi lingkungan yang nyaman dan tertata. Saat ini, pembangunan jalan rabat beton dan tembok penahan tanah telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan pembangunan drainase lingkungan mencapai 70 persen. Di sisi lain, Yayasan Del turut membangun gedung PAUD untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat.

Deni juga mengimbau warga agar berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lingkungan Hidup sebelum menambah bangunan. Langkah tersebut bertujuan menjaga kerapian kawasan dan mencegah pembangunan yang tidak sesuai dengan tata lingkungan.

Baca juga:  PT Passokorang Dapat Penghargaan Di Mamasa

Pada kesempatan itu, seluruh penerima manfaat juga memperoleh paket perabotan lengkap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bantuan tersebut meliputi satu set sofa, satu set meja makan, satu set rak serbaguna, serta dua set kasur spring bed lengkap dengan ranjang dan bantal. jefri.ls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *