Lampung Selatan Perkuat Penanggulangan TBC Lewat Program Rumah Produktif

KALIANDA, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah produktif bagi penerima manfaat.

Program tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Provinsi Lampung yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan diikuti pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung secara daring, Rabu (24/6/2026).

Dari Kabupaten Lampung Selatan, rapat diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten, Supriyanto, bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, Direktur RSUD dr. H. Bob Bazar SKM, dr. Djohardi, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas penanggulangan TBC di Provinsi Lampung dengan kontribusi sekitar 11 persen terhadap total kasus TBC di provinsi tersebut. Meski demikian, capaian program penanggulangan TBC tahun 2026 dinilai cukup baik dibandingkan daerah lainnya di Lampung.

Baca juga:  BPK RI Periksa Kepatuhan Sarana Pendidikan di Lampung Selatan

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa penanggulangan TBC merupakan program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah diminta mengintegrasikan indikator TBC ke dalam dokumen RPJMD dan Renstra agar pelaksanaan program berjalan terukur dan berkelanjutan.

Selain penguatan perencanaan, pemerintah daerah juga didorong meningkatkan dukungan pembiayaan, memperluas penemuan kasus aktif, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan layanan pencegahan dan pengobatan menjangkau kelompok rentan.

Menurut Jihan, eliminasi TBC memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, akademisi hingga dunia usaha.

“Target eliminasi TBC hanya dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Lampung Selatan Cetak Tenaga Kerja Andal lewat Pelatihan Migran hingga Hospitality

Pemerintah Provinsi Lampung juga berencana meluncurkan platform Peduli TBC Lampung yang dikembangkan bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Platform tersebut akan mendukung proses skrining dan pelacakan kasus TBC secara lebih luas dan dijadwalkan mulai disosialisasikan pada Agustus 2026.

Selain fokus pada pengobatan, penanganan TBC juga diarahkan pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui program bantuan RTLH. Untuk Lampung Selatan, dari 203 usulan penerima bantuan, enam pasien telah lolos verifikasi administrasi dan akan melanjutkan ke tahap verifikasi faktual.

Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berupaya menyediakan rumah sehat dan layak huni, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat melalui konsep rumah produktif.

Baca juga:  DPRD dan Pemkot Pagar Alam Bahas Raperda RTRW

Menurutnya, rumah yang dibangun diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga penerima bantuan. Khusus warga yang tinggal di kawasan pariwisata dan memenuhi persyaratan, rumah tersebut akan dilengkapi kamar tambahan yang dapat dimanfaatkan sebagai homestay.

“Rumah yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga penerima manfaat,” kata Supriyanto.

Pemkab Lampung Selatan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan program penanggulangan TBC dan bantuan RTLH berjalan optimal serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *