Lampung Selatan Perkuat Komitmen Eliminasi TBC Menuju 2030

LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu daerah prioritas nasional. Komitmen tersebut diperkuat melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Eliminasi TBC, yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Kesehatan secara virtual, Selasa (14/7/2026).

Rapat tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto bersama jajaran pejabat dan kepala perangkat daerah terkait dari Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyinergikan kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat target Indonesia bebas TBC pada 2030, khususnya di 18 provinsi prioritas.

Baca juga:  Menuju Indonesia Emas 2045, Pemkab Lamsel Matangkan Arah Pembangunan 2025–2029

Rakorpusda menghadirkan Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine serta Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Elfin Elyas sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Elfin Elyas menegaskan pentingnya pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sebagai ujung tombak pencegahan, penemuan kasus, dan pengendalian tuberkulosis di tingkat masyarakat.

Menurutnya, desa dan kelurahan yang memiliki komitmen, sumber daya, serta kemampuan menangani TBC secara mandiri akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan eliminasi penyakit tersebut.

“Pembentukan Desa/Kelurahan Siaga TBC bukan sekadar membentuk program baru, tetapi membangun kepedulian bersama agar tidak ada lagi masyarakat yang berjuang sendiri menghadapi TBC. Penanggulangan TBC harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu desa dan kelurahan,” ujar Elfin Elyas.

Baca juga:  GPM Humbahas Dukung Polri dan Kejaksaan Berantas Korupsi

Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa diharapkan mampu mendukung upaya eliminasi TBC melalui sosialisasi, skrining, pendampingan pasien, dukungan nutrisi, hingga penyediaan kader yang telah mendapatkan pelatihan.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan penemuan kasus, cakupan pengobatan, keberhasilan terapi, investigasi kontak, serta terapi pencegahan TBC yang disertai evaluasi secara berkala.

Elfin mengajak seluruh pemerintah daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor agar target eliminasi TBC dapat tercapai sesuai rencana.

“Keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya rapat atau program yang dilaksanakan, tetapi dari semakin sedikitnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat TBC dan semakin banyak pasien yang berhasil sembuh,” tegasnya.

Baca juga:  Bupati Egi Tegaskan Pembangunan Lampung Selatan Dimulai dari Desa di Musrenbang Way Panji

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyatakan siap memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, serta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat eliminasi TBC.

Sebagai daerah prioritas penanggulangan TBC, Lampung Selatan akan terus mengoptimalkan program pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga pengobatan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis pada 2030 sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *