SIDOARJO, HR – Inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali lahir dari kalangan pelajar. Dua siswi SMAN 3 Sidoarjo, Nisrina Nabila Al Hamidah dan Chinthya Susanto, menggagas startup Nuansa Nusantara, sebuah platform digital yang mengintegrasikan teknologi AI dengan pelestarian busana adat Indonesia.
Nuansa Nusantara hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan dalam pelestarian budaya, mulai dari sulitnya masyarakat menemukan busana adat yang sesuai, minimnya informasi mengenai makna budaya di balik pakaian tradisional, hingga terbatasnya akses digital bagi UMKM busana adat.
Platform ini menyediakan layanan sewa, pembelian, dan kustomisasi busana adat dari 38 provinsi di Indonesia yang dilengkapi fitur NuNa AI (AI Body Proportion Analysis) untuk memberikan rekomendasi busana berdasarkan proporsi tubuh pengguna. Tidak hanya mengembangkan aplikasi, kedua siswi tersebut juga menciptakan NuNa, sebuah Edge AI Processing Robot berbasis edge artificial intelligence yang dirancang untuk membantu operasional butik mitra.
Robot ini mampu melakukan pemindaian (scanning) proporsi tubuh pelanggan secara real-time, memproses data secara lokal tanpa bergantung sepenuhnya pada internet, serta memberikan rekomendasi model busana adat yang paling sesuai. Kehadiran robot ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan, meningkatkan akurasi rekomendasi, menjaga privasi data pelanggan, serta membantu digitalisasi UMKM busana adat. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Saat melakukan pemaparan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo pada 30 April 2026, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Nanik Sumarviati memberikan tanggapan positif terhadap pengembangan aplikasi tersebut.
“Aplikasi ini informatif sekali, di sini ada Kebaya Rancongan yang ternyata juga khas Jawa Timur. Ini luar biasa sekali dan bisa dikembangkan lagi,” ujar Nanik Sumarviati.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Kiswanto, saat wawancara pada 30 April 2026. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pelestarian budaya merupakan langkah inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
“Wah, keren sekali AI-nya bisa tahu proporsi tubuh. Berarti nanti misalnya Hari Pendidikan dan butuh baju adat, saya bisa tinggal buka aplikasi ya. Inovasi ini bagus dan dapat dikembangkan, seperti dibedakan kain-kain sesuai kelas sosial,” ungkap Kiswanto.
Selain menghadirkan rekomendasi busana yang lebih personal, Nuansa Nusantara juga menyajikan informasi mengenai filosofi, sejarah, dan tata cara penggunaan busana adat sehingga pengguna tidak hanya mengenakan pakaian tradisional, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Platform ini juga dirancang untuk memberdayakan UMKM dan pengrajin lokal melalui sistem kemitraan digital yang lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, Nisrina Nabila Al Hamidah dan Chinthya Susanto berharap teknologi dapat menjadi jembatan antara generasi muda dengan kekayaan budaya Indonesia. Dengan menggabungkan aplikasi berbasis AI dan NuNa (Edge AI Processing Robot) dalam satu ekosistem, mereka optimistis digitalisasi busana adat dapat semakin berkembang sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM di Indonesia. (mw)






