SUKABUMI, HR — Sebanyak 90 pelaku usaha mikro di Kabupaten Sukabumi mengikuti Program Pemberdayaan UMKM Naik Kelas Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi.
Program yang dimulai sejak 13 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing pelaku usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro DKUKM Kabupaten Sukabumi, Virly Virliana, mengatakan peserta program dipilih melalui proses kurasi yang ketat berdasarkan indikator yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memiliki potensi berkembang dan siap mengikuti seluruh rangkaian pembinaan yang telah disiapkan.

Sementara itu, Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menegaskan bahwa Program UMKM Naik Kelas merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas usaha mikro di tengah perkembangan teknologi dan persaingan pasar yang semakin ketat.
“Program ini menjadi upaya penting dalam membekali pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta mempermudah pengelolaan usaha secara lebih efektif dan modern,” ujarnya.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas usaha untuk meningkatkan profesionalisme serta kemampuan mengelola bisnis secara lebih optimal.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi fokus utama dalam program ini. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pemasaran, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
DKUKM Kabupaten Sukabumi berharap Program UMKM Naik Kelas mampu melahirkan pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat lokal maupun regional.
Program ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor usaha mikro yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. ida







