Didit Srigusjaya Motivasi dan Beri Semangat Santri Pesantren di Dusun Nadi

BANGKA TENGAH, HR — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Assalafi, Dusun Nadi, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (16/05/2026). Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya hadir untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan motivasi kepada para santri dalam agenda resesnya.

Didit tampak membaur bersama para santri. Ia mendengarkan cerita mereka dan sesekali melontarkan candaan yang membuat suasana semakin akrab.

Dalam kesempatan itu, Didit menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa, khususnya di Bangka Belitung. Ia meminta para santri agar percaya diri dan terus semangat menuntut ilmu di pesantren.

“Jangan pernah minder menjadi anak pesantren. Banyak tokoh besar lahir dari pesantren. Kalian bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter untuk masa depan,” ujar Didit di hadapan para santri.

Suasana semakin meriah ketika Didit mengajak para santri berinteraksi langsung. Sejumlah santri maju untuk melantunkan hafalan surat pendek dan membaca ayat suci Al-Qur’an.

Sebagai bentuk apresiasi, Didit memberikan hadiah kepada para santri yang mampu menghafal dan membaca dengan baik. Tepuk tangan dan sorak bahagia pun terdengar dari para santri yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini bukan soal hadiah besar atau kecil, tetapi bentuk penghargaan untuk anak-anak kita yang terus belajar agama dan menjaga hafalan Al-Qur’an,” katanya.

Selain berdialog dengan santri, Didit juga menyerap aspirasi dari pihak pondok pesantren. Beberapa kebutuhan sarana dan prasarana menjadi perhatian, mulai dari fasilitas belajar, perbaikan bangunan, hingga pengembangan lingkungan pesantren.

Menurut Didit, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berpendidikan sehingga perlu mendapat perhatian bersama.

“Kita ingin pesantren terus berkembang. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian dan kami perjuangkan sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,” ungkapnya.

Kehadiran Didit di tengah para santri tidak hanya membawa agenda reses, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi anak-anak pesantren untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. agus priadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *