GOWA, HR — Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, terus memperkuat upaya penanganan stunting di Kabupaten Gowa meski daerah ini telah meraih penghargaan nasional atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting.
Selama dua hari berturut-turut, ia turun langsung menyalurkan paket makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Setelah menyasar Kecamatan Bajeng, kegiatan dilanjutkan di Kecamatan Pallangga, Rabu (3/6/2026).
Sebanyak 200 paket makanan bergizi disalurkan di Kantor Desa Bontoala kepada keluarga sasaran dari Desa Bontoala, Desa Jenetallasa, dan Desa Taeng. Darmawangsyah hadir bersama Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah.
Ratusan warga yang hadir sejak pagi menunjukkan tingginya antusiasme terhadap program tersebut. Darmawangsyah menilai partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Ia mengapresiasi sinergi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting.
“Saya menerima laporan sebelumnya ada tujuh anak yang mengalami stunting di wilayah ini. Alhamdulillah, sekarang tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya bisa terlihat dengan cepat. Kita harus terus menjaga dan memperkuat kolaborasi ini agar kasus yang tersisa juga bisa segera ditangani,” ujarnya.
Darmawangsyah menjelaskan, pemerintah menentukan lokasi penyaluran bantuan berdasarkan pemetaan wilayah berisiko stunting. Langkah ini bertujuan memastikan intervensi gizi tepat sasaran dan diterima keluarga yang membutuhkan.
Menurutnya, bantuan makanan bergizi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak sebagai kelompok yang paling rentan terhadap stunting.
“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Karena itu kami meminta seluruh perangkat desa, aparat kecamatan, tenaga pendamping, dan penyuluh untuk terus memperbarui data sehingga program yang dijalankan tepat sasaran,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawangsyah juga mengedukasi masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Ia menilai peningkatan pemahaman masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Pemkab Gowa juga menyiapkan program lanjutan berupa bantuan nutrisi berkala, seperti telur, susu, dan vitamin bagi kelompok sasaran.
“Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis angka stunting di Gowa yang saat ini berada di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi gerakan bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pelaksana program mengutamakan keluarga yang benar-benar membutuhkan agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara maksimal.
Sementara itu, Camat Pallangga Muhammad Basir mengapresiasi perhatian yang diberikan Wakil Bupati Gowa dan Ketua TP PKK Gowa kepada masyarakat di wilayahnya.
“Sejak pagi masyarakat sudah datang karena ingin bertemu langsung dengan Pak Wakil Bupati. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat besar. Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat upaya penurunan stunting di Kecamatan Pallangga,” ungkapnya.
Melalui program yang menyentuh langsung keluarga rentan, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi capaian statistik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan daerah. kartia







