PRABUMULIH, HR — Pertamina EP Limau Field terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan Rumah Batik Khaman. Program tersebut berhasil meningkatkan keterampilan, memperkuat ekonomi warga, sekaligus mengangkat nama batik lokal hingga dikenal di berbagai daerah di Indonesia.
Manager Zona 4 Pertamina, Alexander Frans, menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan di Rumah Pusat Pelatihan Produksi Kerajinan Ramah Lingkungan (Rumah Batik Khaman), Jumat (10/7/2026).
Alexander Frans mengatakan Rumah Batik Khaman menjadi salah satu program unggulan Pertamina EP Limau Field. Menurutnya, perkembangan batik tersebut menjadi kebanggaan karena mampu menembus pasar di berbagai daerah dan provinsi.
“Program ini menjadi kebanggaan bagi kami. Rumah Batik Khaman terus berkembang dengan baik. Bahkan, batik hasil karya masyarakat kini sudah dikenal di berbagai daerah dan provinsi sehingga telah mencapai tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Deni Eka Saputra, SP, mengapresiasi dukungan Pertamina terhadap pelaku usaha batik di wilayahnya. Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan mampu mendorong usaha masyarakat berkembang lebih pesat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas kerja sama dan dukungan yang diberikan. Pembinaan ini membuat usaha masyarakat terus berkembang hingga dikenal di tingkat nasional,” katanya.
Di sisi lain, pemilik Rumah Batik Khaman, Etika Oktasari, menjelaskan bahwa pendampingan dari Pertamina menjadi titik balik perkembangan rumah batik yang dirintis sejak 2022.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan membatik, tetapi juga membangun kepercayaan diri masyarakat untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Selain keterampilan yang meningkat, rasa percaya diri masyarakat juga terus tumbuh sehingga mereka semakin semangat menghasilkan karya dan memperluas usahanya,” tutup Etika. charles






