Luhut Apresiasi Digitalisasi Bansos di Tapanuli Utara

TAPANULI UTARA, HR — Kabupaten Tapanuli Utara menjadi pelopor transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sitampurung, Kecamatan Siborong-borong, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan itu bertujuan memantau pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang kini diterapkan sebagai proyek percontohan nasional.

Luhut disambut Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Satya Dharma Nababan, pimpinan perangkat daerah, Camat Siborong-borong, serta Kepala Desa Sitampurung. Hadir pula Penasihat Khusus Kantor Perdana Menteri Singapura Theo Chee Hean dan Direktur Eksekutif Komite Percepatan Transformasi Digital Tubagus Nugraha.

Baca juga:  Festival Cilandak Kolaborasi Semarakkan HUT Ke-499 Jakarta, Tampilkan Ragam Budaya

Dalam paparannya, Wakil Bupati Deni mengatakan digitalisasi bansos tidak hanya memperbarui sistem pelayanan, tetapi juga memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Menurutnya, aplikasi Perlinsos Digital mengintegrasikan berbagai jenis bantuan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan pendidikan, hingga subsidi energi seperti BBM dan listrik.

“Jika sistem Perlinsos Digital ini diterapkan secara nasional, potensi efisiensi anggaran negara bisa mencapai Rp14 triliun. Kami bangga Tapanuli Utara dipercaya menjadi bagian dari perubahan besar ini,” ujar Deni.

Aplikasi tersebut menggunakan sistem penyaringan berlapis dengan memadukan data dari berbagai instansi, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kepegawaian Negara (BKN), BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Integrasi data itu membantu memastikan hanya warga yang memenuhi syarat menerima bantuan.

Baca juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi TSTH2 Humbahas Oktober 2026

Sebagai daerah percontohan, Pemkab Tapanuli Utara telah merekrut dan melatih 1.670 agen digital yang terdiri atas pendamping PKH dan aparatur sipil negara (ASN). Hingga kini, sekitar 3.200 kepala keluarga telah masuk ke dalam sistem Perlinsos Digital.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan seluruh proses pemetaan dan verifikasi data selesai pada September 2026.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deni juga mendemonstrasikan proses verifikasi penerima bantuan melalui aplikasi. Uji coba itu menunjukkan sistem mampu membedakan calon penerima yang benar-benar memenuhi kriteria.

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menjalankan transformasi digital penyaluran bansos.

Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan tepat sasaran.

Baca juga:  KPK Supervisi Tata Kelola Pemerintahan Pemkot Sukabumi

“Ini adalah langkah maju untuk keadilan dan kelayakan penerima bantuan sosial. Kita ingin memastikan tidak ada lagi hak masyarakat miskin yang salah sasaran,” tegas Luhut.

Kunjungan kerja ditutup dengan penyerahan cinderamata dari tokoh adat Tapanuli Utara kepada Luhut Binsar Pandjaitan dan Theo Chee Hean sebagai bentuk penghormatan atas dukungan terhadap transformasi digital di daerah tersebut. jefri.ls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *