DOLOKSANGGUL, HR — Pelayanan RSUD Doloksanggul kembali menjadi sorotan. Seorang pasien lanjut usia dilaporkan belum memperoleh rumah sakit rujukan hingga memasuki hari keempat perawatan. Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Humbang Hasundutan, Jannus Lumban Batu, saat mengunjungi rumah sakit itu, Rabu (3/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jannus menemui Tianna Lumban Batu (83), warga Desa Huta Julu, Kecamatan Pollung, yang dirawat di Ruang Melati II sejak Senin (1/6/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, Tianna mengalami pembengkakan pada perut dan sebelumnya sempat mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keluarga kemudian meminta pasien dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Namun hingga hari keempat perawatan, proses rujukan belum terlaksana karena belum ada rumah sakit tujuan yang menyatakan kesediaan menerima pasien.
DPRD Minta Evaluasi Layanan RSUD
Jannus menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah. Menurutnya, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan tidak seharusnya menunggu terlalu lama tanpa kepastian rujukan.
“Keadaan pasien sudah sangat darurat dan kritis. Katanya belum ada rumah sakit yang bisa menerima. Direktur RSUD juga sulit ditemui,” kata Jannus.
Ia mempertanyakan efektivitas sistem rujukan yang diterapkan jika pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan harus menunggu berhari-hari tanpa kepastian.
“Diobati di sini tidak bisa, dirujuk juga belum bisa. Bagaimana ini?” ujarnya.
Selain menyoroti kasus rujukan pasien, Jannus juga menyinggung persoalan layanan kesehatan lain di RSUD Doloksanggul, termasuk antrean pasien hemodialisis (HD) yang disebut masih cukup panjang.
Menurutnya, banyak warga Humbang Hasundutan memilih berobat ke luar daerah karena keterbatasan layanan yang tersedia di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Saya juga membaca pemberitaan soal pasien HD yang antreannya panjang. Banyak warga berobat ke luar daerah karena belum tertampung di sini. Persoalan seperti ini seharusnya sudah terdeteksi dan diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, anak pasien, Marjon Sihite, mengatakan ibunya masih dirawat di Ruang Melati II hingga Kamis (4/6/2026) dan belum mendapatkan rumah sakit rujukan.
“Katanya belum ada rumah sakit yang menerima. Ibu saya diminta puasa dan hanya mengandalkan infus. Kondisinya semakin kritis,” ujar Marjon.
Direktur RSUD Doloksanggul, Lusi Sihombing, belum dapat ditemui saat hendak dikonfirmasi karena sedang menerima tamu. Namun sebelumnya melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa pihak RSUD telah menghubungi 17 rumah sakit rujukan untuk pasien tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga pasien masih menunggu kepastian rumah sakit tujuan yang bersedia menerima rujukan guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. sihar.lg







