JAKARTA, HR – New York Knicks semakin dekat untuk memimpin seri NBA Finals 2026 dengan skor 2-0, setelah mereka mempertahankan keunggulan atas San Antonio Spurs di kuarter keempat Game 2.
Dengan waktu tersisa 10:11 di kuarter terakhir, Knicks memimpin 87-80, menunjukkan performa solid meskipun bermain di kandang lawan, Frost Bank Center, San Antonio.
Dalam upaya mereka untuk memperpanjang keunggulan seri dan membawa momentum kembali ke Madison Square Garden, Knicks mengandalkan bintangnya, Jalen Brunson.
Brunson, yang tampil gemilang di Game 1 dengan bangkit dari cedera minor dan awal yang buruk untuk memimpin Knicks meraih kemenangan tandang, kini memberikan tekanan besar kepada Victor Wembanyama dan tim Spurs.
Bintang muda Spurs berusia 22 tahun yang juga peraih Defensive Player of the Year ini berada di bawah sorotan untuk membalikkan keadaan di kandang.
Spurs, yang mencari cara untuk menyamakan kedudukan di seri ini, menghadapi tantangan berat, terutama dalam hal pertahanan. Menurut laporan Law Murray dari The Athletic, Spurs gagal menjaga defensive glass dengan baik, yang terbukti dengan dua offensive rebound yang berujung pada tembakan tiga angka Landry Shamet di awal kuarter keempat.
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, juga mengungkapkan kekecewaannya di siaran ABC, dengan menyatakan, “Kami harus berjuang. Kami terlalu pasif.” Johnson menekankan perlunya Wembanyama untuk “membuat permainan” jika Spurs ingin menghindari kekalahan 0-2.
Knicks menunjukkan dominasi mereka, terutama dalam serangan cepat. Mereka berhasil mengungguli San Antonio 17-7 dalam poin fast break di pertandingan ini, dan secara keseluruhan, Knicks unggul 19 poin dalam fast break selama lima kuarter terakhir NBA Finals.
Kemampuan pelatih Mike Brown untuk menemukan lineup yang efektif juga menjadi kunci, termasuk saat tim berhasil memperlebar keunggulan tanpa kehadiran Jalen Brunson maupun Karl-Anthony Towns di lapangan.
Kuarter ketiga menjadi krusial bagi Knicks, di mana mereka berhasil mengakhiri periode tersebut dengan keunggulan sembilan poin (84-75). Mikal Bridges menjadi sorotan dengan performa gemilang, mencetak tembakan fadeaway sulit berturut-turut dan bahkan mengirimkan alley-oop brilian kepada Mitchell Robinson melewati Victor Wembanyama.
Bridges juga terlihat melakukan trash talk kepada pemain bertahan Spurs, menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Miles McBride juga turut menyumbangkan jumper penting, memicu sorakan “DEUUUUUCE” dari para pendukung yang hadir.
Menariknya, meskipun Jalen Brunson mencatatkan 4-dari-16 tembakan dan empat turnover hingga kuarter ketiga, Knicks tetap memimpin di kandang lawan. Ini menyoroti kedalaman skuad dan kontribusi pemain lain.
Bagi Wembanyama, Bintang Muda berusia 22 tahun tersebut harus tampil penuh selama 12 menit di kuarter keempat jika Spurs ingin menghindari lubang 0-2 yang sangat dalam. Kekalahan di pertandingan ini akan membuat Spurs menghadapi posisi yang sangat sulit, bahkan di ambang “sapuan bersih” (broom closet) saat seri berlanjut ke New York.
Suasana di New York sangat berbanding terbalik dengan di San Antonio. Di Times Square dan Midtown Manhattan, pesta nonton dipenuhi sorakan keras dan chants seperti “F*** dem picks,” yang mencerminkan optimisme tinggi para penggemar Knicks. (erik)







