BRUNEI, HR – Suasana di Stadion Hassanal Bolkiah pada Selasa malam, 2 Juni 2026, menjadi saksi bisu langkah krusial Timor Leste dalam perjalanan menuju Piala ASEAN Hyundai 2026.
Dalam laga kualifikasi yang penuh determinasi, tim berjuluk “Si Pahlawan” ini berhasil menundukkan tuan rumah Brunei Darussalam dengan skor telak 3-0, mengamankan posisi penting di babak penyisihan turnamen regional bergengsi tersebut.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dari Timor Leste mengenai ambisi mereka di panggung sepak bola Asia Tenggara.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, meskipun Timor Leste lebih menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola dan serangan.
Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-27. Gelandang serang lincah, João Rangel, menjadi pahlawan pembuka skor setelah berhasil mengkonversi peluang menjadi gol yang membuat para pendukung Timor Leste bersorak kegirangan. Gol tersebut memberikan motivasi ekstra bagi tim tamu untuk terus menekan pertahanan Brunei.
Brunei Darussalam, yang bermain di hadapan publik sendiri, berusaha merespons namun kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Timor Leste.
Tekanan terus diberikan oleh tim tamu, dan menjelang akhir babak pertama, keunggulan mereka bertambah. Pada menit ke-43, Timor Leste dihadiahi tendangan penalti. Zenivio Mota, dengan ketenangan luar biasa, maju sebagai eksekutor dan sukses menjalankan tugasnya, menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Brunei dan memastikan Timor Leste memasuki ruang ganti dengan posisi yang sangat nyaman.
Memasuki babak kedua, Brunei Darussalam mencoba bangkit dan melakukan perubahan strategi untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan solid Timor Leste dan disiplin taktis mereka membuat setiap upaya tuan rumah selalu kandas. Para pemain Timor Leste tampil kolektif, menjaga tempo permainan dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya yang mengancam gawang Brunei. Pelatih Timor Leste tampaknya puas dengan performa anak asuhnya dan meminta mereka untuk menjaga fokus hingga akhir laga.
Meski sudah unggul dua gol, Timor Leste tidak mengendurkan serangan. Mereka terus mencari celah untuk menambah pundi-pundi gol. Kerja keras mereka akhirnya terbayar lunas di penghujung laga.
Tepat di menit ke-90, saat waktu normal akan berakhir, Oatnasio da Silva mencetak gol ketiga bagi Timor Leste, menggenapkan kemenangan menjadi 3-0. Gol penutup ini menjadi penegas dominasi mereka sepanjang pertandingan dan sekaligus memupus harapan tipis Brunei untuk bisa memperkecil ketertinggalan.
Kemenangan telak 3-0 ini menempatkan Timor Leste dalam posisi yang sangat menguntungkan di babak kualifikasi Piala ASEAN Hyundai 2026.
Dengan penampilan yang meyakinkan, mereka telah menunjukkan kapasitas untuk bersaing di level regional. Bagi Brunei Darussalam, kekalahan ini menjadi evaluasi penting dan mereka harus bekerja lebih keras lagi di pertandingan selanjutnya untuk menjaga asa lolos ke putaran final.
Hasil ini bukan hanya tentang skor, tetapi juga tentang momentum dan kepercayaan diri yang kini dimiliki oleh timnas Timor Leste dalam upaya mereka meraih mimpi berlaga di turnamen utama.







