BANDUNG, HR – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menilai penyelesaian persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) perlu dilakukan secara menyeluruh untuk menjawab keluhan masyarakat sekaligus memperbaiki sistem pada jangka panjang agar tidak terulang di tahun berikutnya.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan selama proses penerimaan murid baru, terutama bagi calon peserta didik yang merasa hasil seleksi belum mencerminkan keadilan.
Maulana mengusulkan agar pemerintah membuka kembali masa sanggah dan memperluas proses verifikasi. Menurutnya, langkah tersebut lebih realistis dibandingkan mengulang seluruh proses seleksi karena keterbatasan waktu.
Ia juga mendorong agar hasil penilaian peserta dipublikasikan secara transparan melalui laman resmi maupun papan pengumuman di sekolah.
“Biarkan masyarakat melihat nilainya. Tampilkan di sekolah dan website, lalu beri kesempatan untuk melakukan sanggahan. Jika ada yang bisa membuktikan nilai lebih tinggi dengan dokumen asli, maka verifikator yang akan memastikan keabsahannya,” ujar Maulana.
Ia menambahkan bahwa pada tahap masa sanggah, proses penilaian dapat dilakukan secara manual berdasarkan rumus yang telah ditetapkan, bukan hanya melalui sistem aplikasi. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan transparansi dan mengurangi keraguan masyarakat.
Maulana juga meminta agar mekanisme perhitungan nilai dalam SPMB dijelaskan secara rinci kepada publik, mulai dari nilai rapor, hasil tes akademik, prestasi akademik dan nonakademik, hingga komponen domisili atau jarak tempat tinggal.
“Rumusnya harus jelas dan dipahami masyarakat. Cara menghitung nilai harus terbuka agar masyarakat bisa melakukan pengecekan secara mandiri,” katanya.
Terkait usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus), Maulana menilai langkah tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan SPMB secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi penyebab masalah dan pihak yang bertanggung jawab. horaz






