Bupati Egi Boyong IDS Sumatra 2026 Tanpa Gunakan APBD

LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadirkan ajang balap nasional Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu-Minggu (23-24/5/2026).

Event drifting bergengsi tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra. Ribuan masyarakat memadati arena untuk menyaksikan aksi mobil drifting dan berbagai hiburan otomotif.

Menariknya, pelaksanaan event nasional tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengatakan seluruh pembiayaan acara berasal dari kolaborasi dengan pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder.

“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, nol rupiah APBD. Dan khusus masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Egi di sela kegiatan.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi solusi dalam menghadirkan kegiatan besar tanpa membebani keuangan daerah.

Egi menilai keterlibatan swasta dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkenalkan potensi Lampung Selatan kepada masyarakat luas.

Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani menyebut event IDS Sumatra 2026 memberikan dampak langsung terhadap sektor ekonomi daerah.

Ia mengatakan tingkat hunian hotel di sekitar Kalianda meningkat signifikan selama pelaksanaan kegiatan.

“Beberapa tamu yang datang menyampaikan hotel di Lampung Selatan sudah penuh. Ini peluang besar bagi daerah,” kata Tri.

Selain sektor perhotelan, pelaku UMKM di sekitar lokasi juga merasakan peningkatan penjualan selama acara berlangsung.

Tri menambahkan keberhasilan penyelenggaraan IDS Sumatra 2026 menjadi contoh nyata kerja sama pentahelix antara pemerintah, swasta, komunitas, akademisi, dan media.

Warga Sambut Antusias

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang hadir sejak pagi. Riki (30), warga Kecamatan Katibung, mengaku bangga karena pemerintah daerah mampu menghadirkan event nasional secara gratis.

“Ini keren sekali. Pemerintah daerah bisa menggandeng swasta dan komunitas tanpa membebani uang rakyat,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Siska (24), warga Kalianda. Ia menilai event tersebut tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.

“Hotel ramai dan UMKM juga banyak pembeli. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi,” katanya.

Melalui ajang IDS Sumatra 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ingin menunjukkan bahwa pembangunan daerah dan pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan melalui kolaborasi tanpa harus bergantung penuh pada anggaran pemerintah. santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *