BANDUNG, HR — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat menggelar diskusi ilmiah bertajuk Pengelolaan Sampah yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Rooftop DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro Nomor 27, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga praktisi lingkungan. Forum ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik sekaligus membangun ruang dialog terkait rencana penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Diskusi yang dimulai pukul 12.30 WIB itu membahas berbagai aspek pengelolaan sampah, mulai dari dampak lingkungan, kesehatan masyarakat, tata kelola proyek, hingga alternatif solusi yang dinilai lebih berkelanjutan bagi kawasan Bandung Raya.
Dalam forum tersebut, perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nasional memaparkan materi berjudul “Mengapa PLTSa di Bandung Raya adalah Solusi Palsu?”. Materi tersebut mengulas berbagai tantangan dan risiko teknologi pengolahan sampah berbasis pembakaran.
Sementara itu, Indonesian Corruption Watch menyampaikan materi bertajuk “Peluang Korupsi PSN PSEL Danantara” yang membahas potensi kerawanan tata kelola dan pengawasan dalam proyek strategis nasional di sektor pengelolaan sampah.
Perspektif internasional turut disampaikan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives melalui materi “Permasalahan dan Pembelajaran dari Proyek Waste-to-Energy Incinerator di Tingkat Global”. Paparan tersebut mengulas pengalaman berbagai negara dalam menerapkan teknologi insinerator serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Selain itu, Nexus3 Foundation memaparkan kajian mengenai risiko lingkungan dan kesehatan dari teknologi pengolahan sampah berbasis termal. Kajian tersebut menyoroti berbagai aspek yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah perkotaan.
Adapun Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi Berkelanjutan menawarkan pendekatan alternatif melalui pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sampah, serta penguatan ekonomi sirkular sebagai solusi jangka panjang bagi Bandung Raya.
Diskusi semakin kaya dengan kehadiran panelis penanggap, yakni Tomi Setiawan, Dhini Ardianti, dan Indra Prawira.
Melalui kegiatan ini, WALHI Jawa Barat berharap para pemangku kepentingan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai rencana penerapan PSEL di Sarimukti. Selain itu, forum tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan pengelolaan sampah yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat.
Diskusi ilmiah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan sampah. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. horaz







