Wabup Humbahas Junita Rebekka Marbun Salurkan Kurban Pribadi di Pollung

POLLUNG, HR — Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita Rebekka Marbun, menyalurkan hewan kurban di Masjid Al-Muttaqin Marade, Kecamatan Pollung, Rabu (27/5/2026), dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Pengurus masjid dan masyarakat setempat menyambut penyaluran kurban tersebut dengan penuh kekeluargaan. Kapolsek Pollung, Antoni Hutahaean, bersama jajaran juga turut hadir dalam kegiatan itu.

Dalam sambutannya, Junita Rebekka Marbun mengajak masyarakat memaknai kurban sebagai bentuk keikhlasan dan penguatan nilai persaudaraan.

“Terima kasih atas sambutannya, dengan rasa persaudaraan. Kita belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika kita berkurban, semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjadi bentuk keikhlasan. Semoga amal ibadah kita diterima, dan apa yang kita lakukan berkenan di hadapan-Nya serta menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hewan kurban yang disalurkan berasal dari dana pribadi dan bukan bagian dari bantuan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Ini harus saya sampaikan, bahwa apa yang saya berikan ini dari dana pribadi saya sendiri, atas nama Junita sendiri, bukan atas nama pemerintah. Karena yang diberikan pemerintah itu sudah atas nama Bupati dan sudah ada penempatan di mana akan beliau berikan,” katanya.

Wabup Humbahas Tekankan Nilai Keikhlasan dan Persaudaraan dalam Berkurban

Sementara itu, panitia kurban Masjid Al-Muttaqin Marade, Thamrin Lumbanbatu, menyampaikan apresiasi atas penyaluran hewan kurban tersebut.

“Kami menerima kurban dari Ibu Junita Rebekka Marbun. Mudah-mudahan ini menjadi berkah. Kami akan membagikannya kepada umat yang berhak menerimanya. Semoga ini menjadi amal baik bagi kita semua,” ujarnya.

Penyaluran kurban itu juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Humbang Hasundutan.

Momentum Iduladha tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan persaudaraan tetap menjadi perekat di tengah keberagaman latar belakang dan keyakinan masyarakat. sihar.lg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *