Matangkan City Branding, Pemkab Tegaskan Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra

LAMPUNG SELATAN, HR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan konsep City Branding Kabupaten Lampung Selatan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (23/12/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Lampung Selatan. FGD dihadiri para pemangku kepentingan lintas sektor, akademisi, praktisi, tokoh adat, serta unsur terkait lainnya.

Kepala Brida Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Yusup, menjelaskan bahwa FGD ini menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas dan citra Lampung Selatan agar lebih konsisten dan kompetitif. Menurutnya, posisi strategis Lampung Selatan sebagai pintu masuk Pulau Sumatra menuntut adanya city branding yang kuat dan berkelanjutan.

Yusup menegaskan bahwa city branding bukan sekadar logo atau slogan, melainkan narasi besar pembangunan daerah yang mencerminkan jati diri, nilai budaya, potensi unggulan, serta arah pembangunan Lampung Selatan ke depan.

“FGD ini bertujuan menyempurnakan konsep city branding yang telah disusun melalui kajian sebelumnya, sekaligus menghimpun masukan para pemangku kepentingan agar terbangun kesepahaman bersama,” ujar Yusup.

Ia berharap hasil FGD mampu melahirkan konsep city branding yang autentik, memiliki diferensiasi jelas, serta dapat diterapkan secara konsisten dalam kebijakan, program pembangunan, dan promosi daerah.

Sementara itu, Sekda Lampung Selatan Supriyanto menegaskan bahwa city branding merupakan langkah strategis untuk membangun jati diri Lampung Selatan sebagai daerah tujuan, bukan sekadar wilayah lintasan.

“Lampung Selatan adalah beranda Pulau Sumatra. Tantangannya adalah bagaimana orang tidak hanya melintas, tetapi juga singgah, mengenal, dan bangga terhadap Lampung Selatan,” kata Supriyanto.

Ia menyebut Lampung Selatan memiliki potensi lengkap, mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan, UMKM, hingga nilai budaya seperti Piil Pesenggiri, gotong royong, dan keramahan masyarakat. Seluruh potensi tersebut perlu dikemas dalam narasi yang kuat dan konsisten.

“City branding adalah strategi peradaban. Daerah yang unggul adalah daerah yang memiliki identitas jelas dan dipercaya,” tegasnya.

Supriyanto menambahkan, FGD ini menjadi ruang berpikir kolektif untuk menyatukan perspektif pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam merumuskan identitas inti Lampung Selatan yang inklusif dan aplikatif.

Melalui FGD ini, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kebanggaan masyarakat, serta mendorong Lampung Selatan menjadi daerah yang maju dan bermartabat. santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *