Kusriyati, Jukir 65 Tahun Gagalkan Aksi Perampokan Rp3,6 Miliar

BREBES, HR – Kisah heroik dan menginspirasi datang dari Brebes, Jawa Tengah. Seorang juru parkir (jukir) wanita, Kusriyati (65), menjadi sorotan publik setelah keberaniannya berhasil menggagalkan upaya perampokan fantastis senilai Rp3,6 miliar. Lebih dari sekadar aksi penyelamatan, nenek tangguh ini menunjukkan kemuliaan hati dengan membagikan sebagian kecil dari uang terima kasih yang ia dapatkan kepada rekan-rekannya.

Peristiwa menegangkan itu terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban perampokan, Kliwon Alwawan, seorang warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, baru saja mengambil uang tunai dalam jumlah besar, yakni Rp3,6 miliar, dari salah satu bank. Uang tersebut kemudian disimpan di dalam satu unit mobil Pajero Sport miliknya. Saat itulah para pelaku kejahatan mencoba melancarkan aksinya, mengincar harta benda Kliwon Alwawan.

Dalam situasi yang bisa saja berakhir tragis tersebut, Kusriyati, yang sehari-hari bertugas mengatur parkir di sekitar Jalan Ahmad Yani Brebes, menunjukkan kecepatan tanggap dan keberanian luar biasa. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci bagaimana persisnya ia mengintervensi, tindakan sigapnya berhasil membuyarkan rencana para perampok. Kehadirannya di lokasi kejadian, ditambah dengan kewaspadaan yang tinggi, menjadi kunci utama dalam mencegah kerugian finansial yang sangat besar bagi Kliwon Alwawan. Aksi heroik seorang juru parkir lansia ini sontak menjadi perbincangan hangat, menunjukkan bahwa pahlawan bisa datang dari kalangan mana saja, bahkan dari pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata.

Baca juga:  Peringatan HUT Polairud ke-71, Ditpolairud Polda Kepri Laksanakan Kegiatan Bersih Pantai

Setelah insiden berhasil diredakan dan Kliwon Alwawan memastikan bahwa uang tunainya yang berjumlah miliaran rupiah itu utuh dan aman, rasa syukur dan terima kasih tak terkira langsung ia sampaikan kepada Kusriyati. Sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan keberaniannya, Kliwon Alwawan memberikan uang senilai Rp100 ribu kepada Kusriyati. Jumlah tersebut mungkin terlihat kecil dibandingkan dengan nilai uang yang berhasil diselamatkan, namun bagi Kusriyati, itu adalah penghargaan atas integritas dan kepeduliannya.

Alih-alih menikmati sendiri hadiah tersebut, Kusriyati menunjukkan kemurahan hati yang patut diacungi jempol. Wanita paruh baya ini memutuskan untuk membagi rata uang terima kasih yang diterimanya kepada tiga orang rekan kerjanya. Mereka adalah Farid, Wawan yang juga seorang juru parkir, serta Udin, seorang tukang ojek yang sering mangkal di sekitar lokasi.

Baca juga:  Polsek Jatiwangi Ajak Juru Parkir Waspada Curanmor di Area Parkir

Saat ditemui di lokasi kerjanya pada Rabu, 17 Juni 2026, Kusriyati berbagi cerita dengan lugas. “Dikasih Rp100 ribu sama yang punya uang. Terus dibagi 4, saya, kanca parkir 2 orang sama tukang ojek. Dapat Rp25 ribuan,” ujarnya dengan senyum tulus, menggambarkan kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Sebuah nilai yang jauh melebihi nominal uang tersebut.

Kusriyati menegaskan bahwa ia tidak pernah mengharapkan imbalan apa pun dari tindakannya. Motivasinya murni didasari pada keinginan untuk membantu dan melakukan hal yang benar. “Saya tidak minta. Tahu-tahu diberi uang Rp100 ribu sebagai rasa terima kasih,” lanjutnya, menyoroti ketulusan hatinya yang tidak menghitung untung rugi. Kejujuran dan keikhlasan Kusriyati menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang semakin langka di tengah gempuran materialisme.

Baca juga:  Pidum Menyetujui 4 Restorative Justice, Salah Satunya Perkara Penggelapan di Singkawang

Kisah Kusriyati ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas dan keberanian adalah sifat-sifat yang tak lekang oleh waktu dan status sosial. Seorang juru parkir yang telah menginjak usia senja ini telah membuktikan bahwa dengan kewaspadaan dan kemauan untuk bertindak, setiap individu bisa menjadi pahlawan dalam skala apa pun. Tindakannya tidak hanya menyelamatkan uang miliaran rupiah, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kejujuran, solidaritas, dan keikhlasan. Brebes memiliki pahlawan dalam diri Kusriyati, sosok sederhana dengan hati yang mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *