Kontraktor di Bina Marga Jakbar Ketar – ketir

JAKARTA, HR – Ketegasan Sudin Bina Marga Jakbar terkait pengawasan pelaksanaan peningkatan jalan di delapan kecamatan ternyata berefek pada sikap perusahaan pemenang yang terlihat ketar-ketir. Pasalnya, Sudin Bina Marga Jakbar yang dipimpin Ir H Muhammad Najib MM MT melalui Kasie Pembangunan dan Peningkatan, Benediktus, telah memberikan warning kepada para konsultan dan pelaksana kegiatan untuk benar-benar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar dan perencanaan. Bila melanggar, Sudin Bina Marga tidak akan sungkan memotong volumenya.
Sebelum pengecoran, lapisan bawah harus menggunakan plastik.
Perlu diketahui, delapan paket di Kecamatan untuk peningkatan jalan telah selesai ditenderkan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Jakbar. Enam paket diantaranya telah siap kerja, dan dua paket lagi masih proses sanggah.
Keenam paket tersebut yakni Taman Sari yang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Nusantara (SPH Rp12,7 M) dengan konsultan CV Tsulust Engineering akan melaksanakan 20 titik lokasi, Grogol Petamburan (Gropet) dilaksanakan oleh PT Dewanto Cipta Pratama (SPH Rp26,9 M) dengan konsultan PT Konsidotama Persadaloka akan melaksanakan 40 titik lokasi, Kebon Jeruk dilaksanakan oleh PT Inti Selapermai (SPH Rp10,3 M) dengan konsultan PT Cakra Gatra Utama akan melaksanakan 13 titik lokasi, Kembangan dilaksanakan oleh PT Marboras Indah Cemerlang (HPS Rp9,7 M) dengan konsultan PT Asia Juli Pradana akan melaksanakan 15 titik lokasi, Kalideres dilaksanakan oleh PT Bona Jati Mutiara (HPS Rp16,2 M) dengan konsultan PT Cakra Gatra Utama akan melaksanakan 18 titik lokasi, dan Cengkareng dilaksanakan oleh PT kartika Ekayasa (HPS Rp22,8 M) dengan konsultan PT Jagad Alam Semesta.
Dengan adanya peningkatan jalan tersebut, maka 136 titik jalan di wilayah Kota Adm Jakbar akan dicor beton dan hal ini akan bertambah lagi bilamana ULP telah menetapkan pemenang untuk paket wilayah Tambora dan Palmerah.
Kasie Pembangunan dan Peningkatan Sudin Bina Marga Jakbar, Benediktus atau yang akrab disapa Benny, mengatakan, bahwa semua lokasi tersebut menggunakan beton f’c 29,05 MPa dan tidak ada AMP.
Benny mengungkapkan bahwa Sudin Bina Marga telah menegaskan sistem kerja sesuai perencanaan kepada para konsultannya, agar benar-benar dilaksanakan dilapangan.
“Daftar pekerjaan sudah diberikan kepada masing-masing konsultan. Mereka cukup menceklist item pekerjaan yang tidak dikerjakan sesuai perencanaan. Mereka sudah kami arahkan untuk tidak berdebat di lokasi pekerjaan. Cukup lihat, sesuai atau tidak ? Lalu tinggalkan. Tidak perlu berdebat kusir di lapangan,” tegas Benny, Kamis (15/10).
Benny menegaskan bahwa Sudin Bina Marga telah menerapkan standart pelaksanaan yang harus dipenuhi para konsultan dan pelaksana pekerjaan.
Hal-hal yang harus diperhatikan pelaksana pekerjaan, ungkap Benny, diantaranya, sosialisasi kepada warga melalui RT/RW/Lurah, harus ada dukungan batching plant dan harus lolos survey, dan harus menyerahkan hasil beton uji. Selain itu, pelaksana juga harus melengkapi memenuhi item-item pekerjaan seperti bedeng yang layak pakai/huni, menggunakan plastik sebelum mengecoran, menggunakan lantai kerja setinggi 5cm dan ketinggian coran beton harus 20cm.
“Jalan yang dicor beton tersebut adalah jalan milik Sudin dengan lebar antara 3-4 meter. Ada juga sebagian yang menggunakan sirtu (agregat B),” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kasubag TU Sudin Bina Marga Jakbar, Siti Dinarwenny SE mengatakan bahwa saat ini adalah Jakarta Baru, jadi hal-hal lama yang tidak baik harus ditinggalkan. “Kami optimis dan mohon dukungan dari seluruh masyarakat Kota Jakbar dan teman-teman wartawan agar turut membantu kami mengontrol pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.
Warga Bicara
Mustofa, warga Kembangan, memberikan apresiasi atas ketegasan Sudin Bina Marga dalam melaksanakan pengawasan kepada konsultan dan pelaksana pekerjaan.
“Mudah-mudahan dengan demikian, kualitas jalan di Kota Jakbar ini makin kuat, jangan seperti tahun-tahun sebelumnya mudah rapuh,” ujarnya.
Surono, warga Cengkareng, berharap Camat Cengkareng beserta Lurah dan RW segera memberikan sosialisasi kepada warganya, apakah akses menuju jalan yang akan dicor itu ditutup keseluruhannya atau setengah ditutup dan setengah dibuka.
“Supaya warga memaklumi dan segera mensiasati untuk mencari lokasi parkir bagi kendaraan bermotornya. Kemudian, pihak pemborong juga harus koordinasi dengan pihak Polantas untuk menghindari kemacetan di wilayah itu,” ujar Surono.
Ketegasan Sudin Bina Marga Jakbar ternyata sampai ke telinga beberapa kontraktor yang kerap mangkal di Pemko Adm Jakbar. Ketegasan Sudin Bina Marga tersebut mendapat apresiasi dari kontraktor.
“Bagi kontraktor yang benar-benar bekerja, tentu hal itu disambut baik. Namun, bila ada kontraktor nakal, ketegasan Sudin Bina Marga Jakbar akan memakan korban bagi pelaksananya maupun konsultannya. Kontraktor nakal pasti ketar-ketir,” ujar rekanan yang kerap ikut tender di Dinas Pariwisata DKI Jakarta. kornel

Tinggalkan Balasan