JAKARTA, HR — PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui Workshop Compliance Management System (CMS) berbasis ISO 37301 yang digelar di PDC Tower.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai ketentuan hukum, regulasi, standar industri, serta kebijakan internal perusahaan.
Workshop difokuskan pada penyusunan Compliance Risk Assessment (CRA) dan Compliance Risk Register (CRR) sebagai dasar dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko ketidakpatuhan secara sistematis.
Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menegaskan bahwa implementasi ISO 37301 merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Langkah ini memastikan kinerja bisnis berjalan seiring dengan prinsip kepatuhan dan tata kelola yang baik. Kami berkomitmen membangun budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi,” ujarnya.
Workshop melibatkan fungsi Corporate Secretary dan Supply Chain Management (SCM) sebagai pionir implementasi CMS, dengan dukungan fungsi Quality Management dan Risk Management. Kegiatan ini juga menghadirkan Robere & Associates sebagai narasumber pendamping teknis.
Asst. Manager Legal & Compliance PDC, Jinoko Simbolon, menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam pengelolaan risiko.
“Melalui CRA, perusahaan dapat mengidentifikasi risiko sejak dini, menilai dampaknya, dan menetapkan langkah mitigasi yang tepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PDC menargetkan tersusunnya dokumen CRA dan CRR yang komprehensif, peningkatan pemahaman sistem kepatuhan, serta terbentuknya kerangka pengelolaan risiko yang lebih efektif.
Ke depan, langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi sanksi hukum, menjaga reputasi perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. lintong








