PANGKALPINANG, HR — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengawal aspirasi petani Kabupaten Bangka Selatan yang menghadapi persoalan serius terkait irigasi dan sumber air sawah.
Didit menyampaikan langsung kondisi para petani kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan sektor pertanian di Babel. Langkah itu dilakukan setelah menerima banyak laporan tentang menurunnya debit air irigasi yang menurunkan produktivitas padi di beberapa desa, seperti Pergam, Serdang, Rias, dan Fajar Indah.
“Kami datang langsung ke pusat untuk memastikan aspirasi petani benar-benar sampai dan mendapat tindak lanjut konkret. Masalah ini bukan sekadar teknis irigasi, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup petani dan ketahanan pangan di Bangka Belitung,” ujar Didit, Jumat (10/10).
Ia menjelaskan, kerusakan daerah resapan air dan aktivitas perambahan hutan di sekitar sumber irigasi memperparah kondisi lahan sawah masyarakat. Didit menilai, persoalan ini membutuhkan penanganan lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Kalau irigasi tidak segera direhabilitasi, dampaknya bukan hanya pada hasil panen, tapi juga pada ekonomi masyarakat desa. Kami ingin pemerintah pusat hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Menurut Didit, DPRD Babel tidak hanya membawa keluhan, tetapi juga melampirkan data lapangan dan hasil kajian Dinas Pertanian terkait kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi dan perlindungan daerah tangkapan air.
“Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Pemerintah daerah sudah bergerak, sekarang saatnya pemerintah pusat ikut memberi perhatian serius,” ujarnya.
Selain membahas persoalan irigasi, rombongan DPRD Babel juga menyoroti kewajiban perusahaan perkebunan di Bangka Belitung dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Didit menegaskan, DPRD Babel akan terus mengawal hasil konsultasi ini hingga ada keputusan nyata yang berpihak pada petani.
“Kami berdiri bersama petani. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan politik kami untuk memastikan ketahanan pangan di Bangka Belitung tetap terjaga,” pungkasnya. agus priadi








