Wali Kota Syafrin Lepas Dua Anggota PMR ke Jepang

JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, melepas dua anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMI Jakarta Selatan untuk mengikuti kegiatan Japanese Red Cross Society (JRCS) di Jepang. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal budaya Jepang sekaligus mempelajari berbagai pengalaman di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Dalam acara pelepasan di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026), Syafrin mengatakan bahwa keikutsertaan kedua anggota PMR tersebut memberikan peluang berharga untuk memperluas wawasan. Mereka juga dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, kesetiakawanan sosial, serta pemahaman lintas budaya.

Syafrin berharap kedua peserta mampu mempelajari berbagai pengalaman dari Jepang, terutama dalam membangun ketangguhan masyarakat saat menghadapi bencana.

“Harapannya, kedua perwakilan dari Jakarta Selatan ini dapat mendapatkan pelajaran dari Jepang dan yang tidak kalah penting adalah mereka bisa belajar bagaimana Jepang dalam melakukan ketangguhan untuk bencana yang dihadapi,” ujar Syafrin.

Ia juga meminta kedua peserta menjadi teladan bagi anggota PMR dan generasi muda lainnya di Jakarta Selatan. Selain menjaga sikap dan kedisiplinan, mereka harus menunjukkan karakter tangguh serta akhlak yang baik selama mengikuti kegiatan internasional tersebut.

“Jadilah sebagai duta Jakarta Selatan yang memiliki ketangguhan, memiliki akhlakul karimah, dan memiliki jiwa kepemimpinan dalam setiap tim yang diikuti. Jangan takut menyerah, pelajari seluruh hal yang terkait dengan budaya kebaikan di Jepang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan seleksi ketat sejak September 2026. Seleksi tersebut melibatkan pelajar dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II serta sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Jakarta Selatan.

Dari proses tersebut, panitia memilih Malik dan Davina sebagai peserta. Malik berasal dari MTsN 41 Al-Azhar Asy-Syarif, sedangkan Davina merupakan siswa MAN 4 Jakarta.

Mundari menambahkan, kedua peserta telah mengikuti pembekalan dan pelatihan sebelum keberangkatan. Mereka mempelajari kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), prinsip dasar kepalangmerahan, kepemimpinan, komunikasi efektif, hingga pemahaman lintas budaya.

Selain itu, PMI Jakarta Selatan juga membekali mereka dengan pengetahuan tentang budaya Betawi. Bekal tersebut bertujuan agar kedua peserta dapat memperkenalkan identitas daerah saat mengikuti kegiatan internasional.

Mundari berharap Malik dan Davina mampu menjalankan tugas dengan baik serta membawa nama baik Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dan Palang Merah Indonesia di tingkat internasional.

“Semoga para siswa terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik, membawa amanah nama baik Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, serta menjaga reputasi Palang Merah Indonesia di kancah internasional,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *