Sekda Provinsi Jatim Buka Festival Kesenian Kawasan Selatan 2019 di Kabupaten Malang

oleh -87 views
Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono saat memberikan sambutan.

SURABAYA, HR Kekayaan potensi wisata maupun budaya di kawasan selatan Jawa Timur perlu dilestarikan agar dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, dan intensitas apresiasi masyarakat terhadap produk pengembangan budaya dan wisata.

Salah satu usaha Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong dan memantik perkembangan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) yang merupakan perhelatan besar seni pertunjukan bertema Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas, Maju, dan Sejahtera), yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 September 2019, melibatkan 8 (delapan) Kabupaten di wilayah Selatan Jawa Timur yakni Kabupaten Malang (sebagai tuan rumah), Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Kutai Barat (sebagai peserta tamu).

Rangkaian kegiatan dimulai tanggal 6 September 2019 dengan Sarasehan Budaya di Pendopo Kecamatan Tumpang, dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, SH, M.Si. Dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Budayawan Henri Nur Cahyo, dengan narasumber akademisi Unair Joko Susanto, S.IP, M.Sc. yang menyampaikan materi tentang “Pengembangan Desa Wisata : Hakikat, Strategi, dan Prospek”, serta Kepala Desa Pujon Kidul Udi Hartoko yang menyampaikan paparan mengenai “Pengelolaan Desa Wisata melalui Bumdes” di depan peserta sebanyak 100 orang.

Pembukaan dilaksanakan malam hari tanggal 6 September 2019 di Lapangan Kecamatan Tumpang. Prosesi pembukaan dimulai dengan Tari Selamat Datang “Pesona Kabupaten Malang” yang dipersembahkan oleh tuan rumah. Kemudian dilanjutkan Laporan Ketua Panitia dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto, S.Kar, MM. yang diawali dengan penyerahan trophy dan sertifikat peserta kepada perwakilan peserta FKKS 2019.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono didampingi Plt. Bupati Malang Bapak Sanusi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan pemukulan lesung, yang sebelumnya telah dilakukan prosesi penyerahan Pataka FKKS 2019 oleh Plt. Bupati Malang kepada Sekda Provinsi Jawa Timur. Di samping itu terdapat pula fashion batik yang menampilkan batik khas masing-masing peserta FKKS yang diperagakan dan didemonstrasikan oleh duta wisata.

Pada hari pertama setelah prosesi pembukaan selesai, dilanjutkan dengan penampilan dari 3 (tiga) daerah yakni Kabupaten Malang, Kutai Barat, dan Kabupaten Tulungagung. Pada tahun 2019 ini diikuti pula oleh peserta tamu/partisipasi dari Kabupaten Kutai Barat yang menampilkan Tari Ayaak Sentawar. Pada hari kedua, dimulai dengan pergelaran upacara adat oleh masing-masing peserta FKKS yang disaksikan oleh para pelajar dari TK, SD, SMA, pergelaran ini sangat edukatif bagi mereka sebagai generasi muda agar dapat belajar mengenai etalase budaya berupa upacara adat dari kabupaten peserta FKKS.

Dilanjutkan dengan pergelaran seni pertunjukan serta prosesi penutupan pada malam harinya. Penutupan oleh Asisten Pemerintahan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, diawali dengan penyerahan pataka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah FKKS Tahun 2020. Selama dua hari tersebut, terdapat pula pameran produk budaya dan wisata yang ditampilkan oleh masing-masing kabupaten peserta FKKS, ada pula stand pameran dari Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, dan Kecamatan Tumpang.

Hal yang istimewa pada FKKS tahun ini adalah penghargaan khusus bagi desain busana batik terbaik yang dimenangkan oleh Kabupaten Lumajang. Selama 2 hari kegiatan selalu dipadati banyak penonton yang menyaksikan, hal ini membuktikan bahwa kesenian tradisi masih diminati oleh masyarakat.

Loading...

Terlepas dari beberapa kekurangan, kegiatan FKKS tahun ini tetap semarak seperti tahun-tahun sebelumnya dan diharapkan penyelenggaraan tahun mendatang di Kabupaten Pacitan bjsa melakukan beberapa pembenahan berdasarkan evaluasi dari kegiatan tahun ini, FKKS tahun 2020 diharapkan dapat menjadi pendongkrak motivasi daerah dalam menciptakan festival-festival yang mempromosikan wisata dan budaya mereka masing-masing. ian

Tinggalkan Balasan