PANGKALPINANG, HR — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang memperkuat kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui program distribusi pupuk kompos hasil produksi warga binaan.
Rencana tersebut menjadi pembahasan utama saat Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menerima kunjungan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, beserta jajaran di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (29/5/2026).
Pertemuan itu juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt Agus Pendi, serta Camat Gerunggang, Ricat Syam.
Dalam audiensi tersebut, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang memaparkan rencana pendistribusian pupuk kompos hasil produksi warga binaan ke kawasan Kelurahan Tua Tunu. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan pemerintah kota saat ini terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis swadaya masyarakat. Menurutnya, Lapas Pangkalpinang telah menunjukkan komitmen melalui program budidaya berbagai tanaman produktif, seperti semangka dan melon.
“Kita akan menyiapkan beberapa lokasi di kawasan Kelurahan Tua Tunu untuk mendukung program tersebut,” ujarnya.
Saparudin mengapresiasi langkah Lapas Pangkalpinang yang memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif. Ia menilai program tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah guna mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Selain mendistribusikan pupuk kompos, Lapas Pangkalpinang juga akan mendukung edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan lahan dan pembuatan pupuk kompos secara mandiri.
“Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola lahan dan memenuhi kebutuhan pangan secara efisien dan efektif,” katanya.
Saparudin menambahkan, pemerintah akan membentuk kelompok sadar masyarakat yang mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk kompos. Dengan dukungan bibit tanaman dan pupuk kompos, warga diharapkan mampu mengembangkan pertanian skala rumah tangga secara berkelanjutan.
Ia berharap sinergi antara Pemkot Pangkalpinang dan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Kelurahan Tua Tunu, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan lahan produktif dan pengelolaan pupuk kompos mandiri. agus priadi







