DOLOKSANGGUL, HR — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar sosialisasi studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau penilaian risiko kesehatan lingkungan, Senin (2/11/2026), di Aula Huta Mas Doloksanggul.
Studi EHRA tersebut akan dilaksanakan di 34 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi sanitasi, kebersihan, serta perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada tim kerja, perangkat daerah, dan para pemangku kepentingan mengenai konsep, tujuan, serta ruang lingkup studi EHRA.
Dengan pemahaman yang baik, data yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan program sanitasi, termasuk sebagai bahan advokasi mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Data hasil studi tersebut nantinya akan digunakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten sebagai salah satu bahan penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten.
Bupati menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan studi tersebut. Menurutnya, kesehatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari unsur perencanaan, infrastruktur, hingga kesehatan masyarakat.
Ia juga meminta seluruh camat serta kepala desa dan lurah memberikan dukungan penuh dengan mensosialisasikan pelaksanaan studi EHRA kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Humbahas, Alexander Gultom, menerangkan bahwa studi EHRA merupakan survei partisipatif di tingkat kabupaten/kota.
Survei ini bertujuan mengetahui kondisi fasilitas sanitasi, higienitas, serta perilaku masyarakat dalam skala rumah tangga.
Aspek yang diteliti meliputi fasilitas pembuangan, saluran pembuangan air, drainase lingkungan, hingga sumber air bersih. Hasil survei diharapkan memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, sejumlah instansi terkait turut menyampaikan paparan, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Turut hadir Sekretaris Daerah Humbahas Chiristison Rudianto Marbun, Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, serta para pimpinan perangkat daerah.
