BANJAR, HR — Panitia Khusus (Pansus) XIV DPRD Kota Banjar menggelar rapat intensif untuk membahas Raperda Perubahan atas Perda Penyertaan Modal pada Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Anom, Senin (5/5/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Kujang Gerang DPRD Kota Banjar itu bertujuan memastikan tata kelola aset daerah berjalan transparan dan akuntabel setelah penataan wilayah administratif antara Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur PDAM Tirta Anom, Kepala Bagian PSDAP, serta Kepala Bagian Hukum Setda Kota Banjar guna memberikan penjelasan teknis dan aspek legalitas aset yang dibahas.
Berdasarkan dokumen kerja Pansus XIV, nilai aset yang diproyeksikan masuk ke PDAM Tirta Anom mencapai lebih dari Rp28,3 miliar.
Investasi tersebut meliputi pembangunan Jaringan Induk Distribusi (JID) dan Sambungan Rumah (SR) tahun 2023 senilai Rp16,86 miliar, peningkatan kapasitas SPAM IKK Langensari tahun 2024 sebesar Rp8,35 miliar, serta proyeksi perluasan layanan tahun 2025 senilai Rp3,14 miliar.
Dalam pembahasan tersebut, Pansus XIV menemukan perlunya koreksi administratif terhadap aset Unit Layanan Cisaga senilai sekitar Rp911 juta.
Aset tersebut harus dikembalikan kepada PDAM Tirta Galuh Ciamis karena berada di luar wilayah administrasi Kota Banjar.
Ketua Pansus XIV DPRD Kota Banjar, Rossy Herawati, menegaskan seluruh fraksi di DPRD Kota Banjar mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembahasan penyertaan modal tersebut.
“Kami tidak ingin ada aset yang tercatat di pembukuan tetapi fisiknya sudah bukan milik Kota Banjar. Ketelitian ini penting agar PDAM Tirta Anom memiliki neraca yang bersih dan jelas,” ujar Rossy Herawati.
Ia menambahkan, pembahasan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD agar produk hukum yang dihasilkan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian keuangan daerah di masa mendatang.
Menurutnya, penyertaan modal itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Banjar.
“Kami ingin perda ini menjadi landasan yang kuat untuk mendukung peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Banjar,” pungkas Rossy Herawati. acep surya








