Mirtha Legrand Berduka atas Kepergian Indio Solari: “Saya Sangat Mengaguminya”

ARGENTINA, HR – Dunia musik Argentina berkabung setelah kehilangan salah satu ikon terbesarnya, Carlos “Indio” Solari, yang meninggal dunia pada usia 77 tahun. Kepergian sosok legendaris ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan musisi, tetapi juga memicu reaksi dari berbagai tokoh publik, termasuk diva televisi Argentina, Mirtha Legrand.

Pada Jumat malam, Mirtha Legrand menyampaikan perasaannya terkait wafatnya mantan pentolan Patricio Rey y sus Redonditos de Ricota tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan sesaat sebelum memasuki gedung pertunjukan teater Ópera untuk menyaksikan Billy Elliot. Kedatangan sang diva, ditemani Alejandro Veroutis dan Héctor Vidal Rivas, disambut meriah oleh publik dan media, yang turut merayakan ulang tahun debut televisinya di Canal 9.

Di tengah keramaian dan sorotan, jurnalis Juli Roque dari LAM (América) menanyakan pendapat Mirtha tentang Indio Solari. Dengan nada tulus, Mirtha mengungkapkan penyesalannya.

Baca juga:  Polri Kampanye Lindungi PMI dari TPPO dan TPKS di Hong Kong

“Dia tidak pernah bisa datang ke acara saya. Sayang sekali,” ujar Mirtha.

Ketika ditanya bagaimana ia mengetahui kabar duka tersebut, ia menyebutkan radio sebagai sumbernya dan menambahkan, “Ini sangat memengaruhi saya. Saya sangat mengaguminya.”

Malam itu, Mirtha Legrand tampil memukau dengan gaun pendek berpayet warna pastel yang memantulkan cahaya panggung, dilengkapi lapisan asimetris dan lengan panjang semi-transparan. Ia memadukan busana tersebut dengan celana panjang lurus berwarna krem terang dan sepatu emas berujung tertutup, serta tatanan rambut pirang klasik bervolume. Riasannya lembut dan natural, menonjolkan kecantikannya di tengah sorotan publik.

Indio Solari menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat dini hari, 5 Juni. Berdasarkan hasil autopsi awal yang dilansir Infobae, penyebab kematian musisi karismatik ini adalah ACV hemoragik (stroke hemoragik). Sumber terdekat menyebutkan bahwa kematian terjadi setelah Solari memasuki kolam renang dalam ruangan berpemanas di kediamannya di Parque Leloir, Ituzaingó.

Baca juga:  Bintang "Buffy" dan "Ted Lasso" Anthony Head Meninggal Dunia di Usia 72 Tahun

Sebagai figur kunci dalam sejarah rock Argentina, warisan Indio Solari melintasi berbagai generasi dan gaya musik. Profilnya yang rendah hati dan jaraknya dari media arus utama justru menciptakan daya tarik dan misteri tersendiri. Bersama Skay Beilinson, ia mendirikan Patricio Rey y sus Redonditos de Ricota pada tahun 1975 di La Plata. Band ini dikenal dengan estetika unik, independensi artistik, dan hubungan khusus dengan penggemarnya. Mereka merilis sembilan album studio hingga bubar pada tahun 2001, dengan karya-karya seperti Oktubre dan Luzbelito menjadi bagian esensial dari rock Argentina.

Setelah The Redondos bubar, Solari memulai karier solonya pada tahun 2004 di bawah nama Los Fundamentalistas del Aire Acondicionado (LFDAA), merilis album seperti El tesoro de los inocentes, Porco Rex, dan El ruiseñor, el amor y la muerte pada 2018. Pengaruhnya jauh melampaui dunia musik, menjadikannya referensi budaya tandingan dan salah satu tokoh paling enigmatik dalam seni Argentina. Kepergiannya menandai akhir dari sebuah era bagi ribuan penggemar yang menemukan suara dan ruang resistensi dalam karyanya. (mw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *