SUBANG, HR — Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Jawa Barat menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada 100 anak di UPTD Pusat Pelayanan Griya Ramah Anak Dinas Sosial Jawa Barat, Pagaden, Kabupaten Subang, Senin (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap pemenuhan hak anak.
Ketua KPP DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mengatakan kunjungan tersebut bukan hanya untuk menyerahkan bantuan. Menurutnya, kehadiran KPP DPRD Jawa Barat juga bertujuan memberikan semangat, perhatian, dan kasih sayang kepada anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di Griya Ramah Anak.
“Kehadiran kami bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan semangat, perhatian, dan kasih sayang kepada anak-anak. Mereka merupakan generasi penerus yang berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik,” ujar Siti Muntamah.
Siti menegaskan KPP DPRD Jawa Barat akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak melalui fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan. Dengan langkah tersebut, hak-hak perempuan dan anak di Jawa Barat diharapkan dapat terpenuhi secara optimal.
Anggota KPP DPRD Jawa Barat, Tia Fitriani, menjelaskan bakti sosial ini diprioritaskan bagi mitra kerja DPRD Jawa Barat, khususnya mitra Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Menurut Tia, KPP DPRD Jawa Barat ingin terus hadir memberikan perhatian kepada anak-anak, baik di Griya Ramah Anak maupun di berbagai daerah lainnya di Jawa Barat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar semakin banyak anak memperoleh perlindungan dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, KPP DPRD Jawa Barat juga mengajak pemerintah, DPRD, masyarakat, dan berbagai pihak untuk memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak. Dengan kerja sama tersebut, setiap anak di Jawa Barat diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Kepala Subbagian UPTD Griya Ramah Anak, Teti Tedjaningrum, mengapresiasi perhatian yang diberikan KPP DPRD Jawa Barat. Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut dari aspirasi dan kebutuhan yang telah disampaikan sebelumnya.
Bantuan tersebut meliputi kerudung, kaus kaki, sepatu olahraga, bantal, papan tulis (whiteboard), meja belajar lipat, bantuan uang tunai, makanan, dan makanan ringan.
Saat ini, UPTD Griya Ramah Anak memberikan layanan kepada 100 anak dengan berbagai latar belakang. Sebanyak 13 anak di antaranya merupakan penyandang disabilitas, sementara lainnya membutuhkan perhatian khusus.
Anak penyandang disabilitas yang sudah tidak memiliki orang tua akan dirujuk ke Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD). Sementara itu, anak yang masih memiliki keluarga akan menjalani proses pendampingan sebelum kembali kepada orang tuanya. Selain itu, sebagian anak mengikuti pendidikan vokasional agar memiliki bekal keterampilan dan mampu hidup mandiri pada masa depan.
“Sebagian besar anak di Griya Ramah Anak berasal dari Kabupaten Subang dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi mereka,” ujar Teti Tedjaningrum.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen KPP DPRD Jawa Barat untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. horaz






