DENPASAR, HR — Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan wisata, termasuk Canggu. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa penanganan kemacetan akan melibatkan rekayasa lalu lintas, pembangunan infrastruktur darat, dan inovasi jalur laut.
Pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan kepolisian, termasuk Polda, Polresta, dan Polres jajaran, untuk mengoptimalkan rekayasa lalu lintas di lapangan. Pemprov Bali juga bersinergi dengan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan underpass di sejumlah titik strategis.
Setelah keberhasilan underpass di Bundaran Patung Ngurah Rai, pemerintah kini memfokuskan pembangunan pada kawasan Jimbaran dan Tohpati. Program ini menjadi bagian dari visi pembangunan lima tahun ke depan.
Giri Prasta menegaskan bahwa kawasan Canggu sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan pelebaran jalan darat. Ia menjelaskan bahwa kondisi badan jalan serta keberadaan tempat ibadah dan bangunan adat membuat pelebaran sulit dilakukan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Bali bersama Kabupaten Badung menggagas konsep tol laut sebagai solusi alternatif transportasi. Rencana ini memungkinkan wisatawan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu melalui jalur laut dengan beberapa titik pemberhentian (stopover).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan proyek penataan sempadan pantai di kawasan Kuta, Seminyak, dan Legian. Proyek ini berjalan dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melalui pemanfaatan pasir laut.
Untuk mendukung transportasi laut dan mengurangi dampak abrasi, pemerintah merencanakan pembangunan pemecah ombak di beberapa titik pantai. Infrastruktur ini diharapkan menjaga stabilitas kawasan pesisir sekaligus mendukung jalur transportasi laut.
Giri Prasta menegaskan bahwa kombinasi jalur laut, pembangunan shortcut, dan rekayasa lalu lintas menjadi solusi utama untuk mengurai kemacetan di Bali, khususnya kawasan Canggu. dyra








