Pemuda Gowa Masuk Nominasi Kalpataru 2026 Berkat Gerakan Literasi Lingkungan

GOWA, HR — Pemuda asal Desa Kanreapia, Jamaluddin, masuk dalam nominasi Penghargaan Kalpataru 2026 kategori perintis lingkungan berkat konsistensinya dalam gerakan literasi lingkungan dan aksi sadar iklim di Kabupaten Gowa.

Penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Indonesia yang diberikan kepada individu maupun kelompok atas jasa dalam pelestarian lingkungan hidup.

Pada Senin (18/5/2026), Desa Kanreapia menjadi lokasi verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa.

Tim verifikasi meninjau langsung berbagai aktivitas lingkungan yang dilakukan Jamaluddin selama bertahun-tahun, mulai dari Rumah Baca atau Rumah Koran, lokasi penghijauan, mata air, hingga sistem pertanian organik di Desa Kanreapia.

Rangkaian verifikasi juga mencakup pengecekan embung, sistem irigasi pertanian, penggunaan sprinkler, serta pemanfaatan panel surya sebagai bagian dari aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Sejumlah unsur masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk pemerintah setempat, tokoh masyarakat, petani, dan warga Desa Kanreapia yang menyaksikan langsung proses verifikasi.

Tokoh masyarakat Kanreapia, Sirajuddin Suro, menyebut gerakan literasi lingkungan yang dilakukan Jamaluddin memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya di desa tersebut tetapi juga di wilayah lain di Kabupaten Gowa.

Ia menilai aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan Jamaluddin membantu menjaga ketersediaan air, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

Sementara itu, Jamaluddin mengaku tidak menyangka kegiatannya masuk dalam penilaian Kalpataru. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan berawal dari komitmen untuk memajukan desa dan sektor pertanian.

Ia menjelaskan berbagai kegiatan yang dijalankan meliputi pelestarian mata air, penghijauan, pembangunan embung pertanian, pengembangan pertanian organik, hingga kegiatan sosial berbagi hasil panen ke panti asuhan di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, pengelolaan air dan lingkungan yang baik telah membuat pertanian di Desa Kanreapia tetap produktif sepanjang musim, baik saat hujan maupun kemarau. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *