BALI, HR — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Marciano Norman mengunjungi legenda tinju Indonesia Pino Bahari di kediamannya di Bali.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril bagi Pino Bahari yang saat ini menjalani pemulihan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar, pada 13 April 2026.
Akibat kecelakaan itu, Pino mengalami patah tulang engkel kaki kiri dan retak tulang rusuk sehingga harus menjalani operasi sebelum diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir petinju Bali berdarah NTT, Julio Bria, yang pernah meraih medali emas SEA Games Palembang dan kini aktif sebagai pelatih tinju Persatuan Tinju Amatir Indonesia Bali.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Marciano Norman berharap kondisi Pino segera membaik sehingga dapat kembali beraktivitas dan terus berkontribusi bagi dunia tinju Indonesia.
“Semoga kondisi fisik Pino segera pulih dan dapat kembali beraktivitas. Saya berharap legenda tinju seperti Pino dapat terus melahirkan atlet-atlet tinju hebat,” ujar Marciano.
Pada kesempatan itu, Pino Bahari juga menyampaikan harapannya agar atlet nasional berprestasi mendapatkan dana pensiun melalui regulasi yang jelas.
Marciano Norman menyatakan pihaknya akan memperjuangkan dukungan bagi atlet berprestasi agar tetap mendapat perhatian setelah pensiun dari dunia olahraga. Ia juga mendorong berbagai pihak, termasuk pengusaha dan tokoh masyarakat, agar memberi perhatian kepada para legenda olahraga Indonesia.
Pino Bahari, Legenda Tinju Indonesia
Pino Bahari lahir di Denpasar pada 15 Oktober 1972 dan merupakan putra pelatih tinju legendaris Daniel Bahari. Ia mulai berlatih tinju sejak usia lima tahun di bawah bimbingan ayahnya.
Adik Pino, Nemo Bahari, pernah tampil di Olimpiade Atlanta 1996. Sementara Daudy Bahari dikenal sebagai petinju profesional dan pernah menjadi juara Pan Asian Boxing Association (PABA).
Selama kariernya, Pino meraih medali emas Asian Games Beijing 1990 dan tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Ia juga mengoleksi medali perak dan perunggu di ajang SEA Games.
Setelah pensiun, Pino tetap aktif melatih petinju nasional. Sejumlah petinju ternama seperti Chris John dan Daud Yordan pernah merasakan tangan dinginnya hingga sukses berprestasi di level dunia. dyra









