Bupati Resmikan Kapel Seminari

oleh -231 views
SINTANG, HR – Bupati beserta wakil bupati & ibu, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD, Kepala SKPD Kabupaten Sintang hadir dalam peresmian gedung Kapel Seminari Menengah St.Yohanes Maria Vianney (4/8).
Dalam sambutannya bupati sintang, Pemerintah kabupaten Sintang memberikan apresiasi kepada umat Katolik yang telah mendukung berjalannya proses pembangunan gedung Kapel ini. Milton mengaku terkagum-kagum ketika melihat kondisi kapel ini yang begitu sangat megah dengan arsitektur yang bagus dilihat, dengan tidak mengurangi unsure budaya dan religiusnya. Saya bangga terhadap pembangunan kapel ini, karena kapel ini dibangun oleh arsitektur putra daerah. Ungkap Milton.
Saya mengucapkan terimakasih kepada pengurus pembangunan Kapel ini, karena sudah membantu Pemerintah mendukung program pemerintah dalam hal keagamaan. Ungkap Milton.
Milton menambahkan dengan adanya kapel ini diharapkan semakin memantapkan iman taqwa kita kepada Tuhan, dan juga mencari bibit kader-kader pastor atau pemuka agama, khususnya umat beragama Katolik. Dan persoalan keagamaan harus tetap ditingkatkan, jangan ada lagi yang bermalas-malasan. Tambah Milton.
Kemudian Uskup Agung (Mgr.Agustinus Agus,Pr.) Administrator Apostolik Keuskupan Sintang mengatakan, pembangunan kapel ini menggunakan dana sebesar 1,8 Milyar Rupiah yang dibantui dan disumbangkan dari Pemerintah Provinsi sebesar 25 Juta Rupiah, Pemerintah Kabupaten Sintang selama 2 Periode sebesar 100juta Rupiah, dan dari 34 paroki telah menyumbangkan dana sebesar 535 Juta rupiah, bangunan Kapel ini terdiri dari rangka baja, lantai keramik, dan berarsitektur bahan kayu belian yang terdapat di dalam bangunan kapel ini sendiri dan kapasitas yang bisa di tampung di dalam kapel sebesar 300 orang. Ungkap Agustinus Agus.
Peletakan batu pertama dilakukan pada 19 November 2011 yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, dan disaksikan oleh Duta Besar Vatikan (Mgr. Antonio Guido Filipazzi) dan Uskup Sintang (Mgr. Agustinus Agus). Tetapi pembangunan Kapel ini dimulai sejak tahun 2013 dikarenakan ada sejumlah kendala dalam proses pembangunan. Kata Agustinus.
Agustinus Agus berharap setelah pembangunan Kapel ini, agar pembinaan terhadap calon pastor lebih baik. Kapel ini juga terbuka untuk umum tetapi dengan satu syarat harus meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus kapel ini. Ungkap Agustinus. ■ tms

Tinggalkan Balasan