LANDAK, HR — Kerusakan parah ruas Jalan Pahauman–Saham di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, memicu kemarahan warga. Mereka menuding aktivitas angkutan milik PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) sebagai penyebab utama kerusakan jalan tersebut.
Warga menyebut, jalan kabupaten yang sebelumnya beraspal baik kini berubah menjadi berlubang dan sebagian tertutup timbunan tanah. Tingginya intensitas truk pengangkut kelapa sawit dinilai mempercepat kerusakan.
“Jalan ini seperti milik perusahaan. Kami sudah berulang kali protes, tetapi tidak ada tanggapan,” ujar seorang warga.
Warga dari Desa Sebatih dan Desa Pahauman menjadi pihak yang paling terdampak. Keluhan juga datang dari masyarakat di Dusun Kapayang, Dusun Tolong, Dusun Marimpaku, dan Dusun Sebatih.
Mereka menyebut setiap hari sekitar 10 hingga 15 unit dump truk melintas. Bahkan, kendaraan kerap berjalan beriringan tiga hingga empat unit dengan muatan tandan buah segar (TBS) yang diduga melebihi kapasitas lebih dari 8 ton.
Akibatnya, badan jalan mengalami kerusakan berat. Sejumlah titik bahkan nyaris putus, sementara perbaikan hanya dilakukan dengan penimbunan tanah.
“Kalau musim kemarau, debunya sangat parah. Rumah kami penuh debu, kami seperti makan debu setiap hari,” keluh warga lainnya.
Ironisnya, ruas jalan tersebut merupakan akses menuju kawasan wisata budaya Rumah Betang Saham, rumah panjang khas Dayak yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara, seperti dari Jerman dan Belanda.
Warga menilai kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga merusak citra daerah sebagai destinasi wisata.
Media Harapan Rakyat mencatat, persoalan ini telah berulang kali diberitakan. Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten Landak belum menunjukkan langkah konkret untuk menangani kerusakan maupun menertibkan aktivitas angkutan perusahaan.
Kekecewaan warga pun terus meningkat. Mereka mulai menyuarakan rencana aksi jika pemerintah dan pihak perusahaan tidak segera bertindak.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kalau ini terus dibiarkan, kami akan turun aksi,” tegas warga.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Manajer Kebun PT GSK, Ramadan, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan resmi. lp








