Reses di Kampung Jeruk, Me Hoa Sosialisasikan Program Pendidikan dan Kesehatan

BANGKA TENGAH, HR – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Me Hoa, menggelar reses Masa Sidang I Tahun Sidang II 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (16/1/2026).

Reses tersebut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kawasan (PUPRK).

Dalam kegiatan itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Babel tersebut menyosialisasikan berbagai program Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dapat diakses masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan infrastruktur.

Pada sektor kesejahteraan rakyat, Me Hoa menjelaskan adanya program hibah untuk rumah ibadah dan pendidikan keagamaan, seperti masjid, musala, gereja, serta lembaga pendidikan agama. Pengurus lembaga dapat mengajukan bantuan melalui proposal resmi sesuai ketentuan.WhatsApp Image 2026 01 22 at 13.19.46

Selain itu, Me Hoa juga memaparkan program beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa kurang mampu. Pemerintah Provinsi Babel telah membantu ribuan mahasiswa melalui pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari semester awal hingga akhir bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Kami DPRD Babel terus mengawasi kondisi mahasiswa, baik yang kuliah di Bangka Belitung maupun di luar daerah, serta berkoordinasi dengan ISBA di masing-masing kota,” ujar Me Hoa.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses bersifat lintas sektor dan akan terus dikawal sesuai kewenangan provinsi.

“Aspirasi masyarakat mencakup banyak sektor. Yang menjadi kewenangan provinsi akan kami kawal, terutama pendidikan, kesehatan, dan keagamaan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Febri, menyampaikan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap menjadi prioritas pada tahun 2026. Masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI), dapat langsung didaftarkan dan aktif dalam waktu 1×24 jam.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit khusus jantung dan stroke di tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi Babel menargetkan pembangunan rumah sakit tersebut dalam beberapa tahun ke depan agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah.

Dari sektor pendidikan, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Babel menjelaskan berbagai skema bantuan bagi siswa kurang mampu, termasuk melalui kerja sama dengan Baznas dan lembaga zakat. Masyarakat diimbau aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengakses bantuan.

Sementara itu, perwakilan Dinas PUPRK memaparkan pembagian kewenangan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, khususnya terkait jalan, perumahan, kawasan permukiman, serta penanganan kawasan kumuh.

Menutup kegiatan reses, Me Hoa berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah provinsi serta memperkuat sinergi antarlevel pemerintahan dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. agus priadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *