6 BUMDes Candipuro Gandeng 11 SPPG untuk Dukung Program MBG

LAMSEL, HR — Enam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, menjalin kerja sama dengan 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi berbagai produk masyarakat desa untuk masuk ke rantai pasok kebutuhan pangan SPPG. Langkah ini sekaligus mendorong BUMDes mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi desa.

Keenam BUMDes menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama 11 SPPG di Aula Kantor Kecamatan Candipuro, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama agar BUMDes ikut memenuhi kebutuhan SPPG sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Pola kemitraan yang melibatkan seluruh SPPG dan BUMDes dalam satu kecamatan ini menjadi yang pertama di Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Lampung. Pemerintah daerah kemudian menjadikan Candipuro sebagai pilot project penguatan ekonomi desa melalui sinergi BUMDes dan SPPG.

Enam BUMDes yang mengikuti kerja sama tersebut yakni BUMDes Beringin Kencana, BUMDes Titiwangi, BUMDes Rawa Selapan, BUMDes Way Gelam, BUMDes Karya Mulyasari, dan BUMDes Bumijaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan Erdiyansyah mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat keterlibatan desa dalam rantai pasok Program MBG.

Menurut Erdiyansyah, masyarakat desa memiliki berbagai komoditas yang berpotensi memenuhi kebutuhan SPPG. Komoditas tersebut antara lain beras, telur, sayuran, buah-buahan, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.

“Harapannya, Candipuro dapat menjadi pilot project yang nantinya bisa direplikasi di kecamatan lainnya,” ujar Erdiyansyah.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan Program MBG. Pemerintah juga ingin memasukkan potensi dan komoditas desa ke dalam rantai ekonomi program tersebut.

“Program ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga membuka ruang agar potensi dan komoditas desa menjadi bagian dari rantai ekonomi program tersebut. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh BUMDes dan masyarakat desa,” katanya.

Erdiyansyah menambahkan, pemerintah akan memberikan pembinaan kepada BUMDes yang terlibat. Pembinaan itu mencakup kemampuan memenuhi standar kebutuhan SPPG, mulai dari kualitas produk, jumlah pasokan hingga keberlanjutan distribusi.

“BUMDes akan kita bina agar mampu memenuhi standar komoditas yang dibutuhkan SPPG. Kita ingin ekonomi desa bergerak, produk masyarakat terserap, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan Tri Umaryani, Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yespi Cory, Camat Candipuro Sumiati, serta Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Lampung Selatan Alfarizi.

Selain penandatanganan kerja sama, Satgas MBG memberikan sosialisasi kepada BUMDes dan pengelola SPPG mengenai sejumlah aspek pendukung pelaksanaan program.

Dinas Lingkungan Hidup memberikan arahan mengenai pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sementara itu, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya pengawasan kualitas dan keamanan pangan untuk menjaga standar layanan pemenuhan gizi.

Melalui kemitraan tersebut, pemerintah berharap Candipuro tidak hanya menjalankan Program MBG, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui keterlibatan langsung BUMDes dalam rantai pasok pangan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga berharap pola kemitraan BUMDes dan SPPG di Candipuro dapat dikembangkan di kecamatan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *