UNM Jadi Pilot Project Pembelajaran Transformatif Nasional

MAKASSAR, HR — Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mencatat prestasi dengan terpilih sebagai salah satu perguruan tinggi dalam pilot project nasional pengembangan pembelajaran transformatif yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Penunjukan tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan komitmen UNM dalam mendorong transformasi sistem pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Guru Besar UNM, Prof. Andi Aslinda, menyatakan bahwa kepercayaan dari Kemendiktisaintek menjadi momentum penting bagi UNM untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, implementasi pembelajaran transformatif harus mampu meningkatkan kompetensi dosen sebagai ujung tombak pendidikan tinggi sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul.

IMG 20260801 WA0006

“Kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek merupakan peluang besar bagi UNM untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu menjadi contoh dalam pengembangan pembelajaran transformatif. Program ini harus dijalankan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja maupun kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Prof. Andi Aslinda menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Karena itu, setiap inovasi perlu diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam sistem pembelajaran agar menjadi budaya akademik di lingkungan UNM.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menyambut positif penunjukan tersebut. Ia menilai amanah dari Kemendiktisaintek menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNM untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” katanya.

Prof. Farida menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi memerlukan sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan berbagai mitra strategis. Melalui kolaborasi tersebut, UNM optimistis mampu menghadirkan model pembelajaran yang modern, berpusat pada mahasiswa, berbasis teknologi, serta mendukung pengembangan karakter dan kompetensi abad ke-21.

Program pembelajaran transformatif yang diinisiasi Kemendiktisaintek menjadi salah satu strategi nasional untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata, program ini diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Masuknya UNM dalam program strategis tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi rujukan nasional dalam penerapan pembelajaran transformatif. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *