JAKARTA, HR — Pemerintah terus mempercepat revitalisasi sekolah dan madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pada 2026, program tersebut menargetkan lebih dari 70 ribu satuan pendidikan.
Revitalisasi diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kebutuhan peserta didik. Pemerintah juga mendorong setiap satuan pendidikan menyediakan ruang yang lebih baik bagi siswa untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi.
Upaya peningkatan mutu tersebut turut mendapat perhatian MTsN 43 Jakarta. Kepala MTsN 43 Jakarta, Hj. Nurlaela Lubis, Lc, mengatakan madrasah memiliki peran penting dalam mengenalkan nilai-nilai Islam sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Menurut Nurlaela, pengembangan madrasah membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Madrasah perlu membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar, masyarakat, instansi terkait, dan komite madrasah.
“Untuk kemajuan madrasah tidak bisa sendiri, salah satunya bersama komite. Kami sudah sering berdiskusi dan terakhir mengadakan rapat kerja untuk membuat program madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah,” ujarnya.
Nurlaela menjelaskan, MTsN 43 Jakarta terus meningkatkan berbagai program untuk mendukung perkembangan peserta didik. Salah satunya melalui pemetaan minat dan bakat siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pemetaan tersebut membantu madrasah mengenali potensi setiap peserta didik sehingga sekolah dapat mengembangkan kemampuan mereka secara lebih terarah.
Wakil Kepala MTsN 43 Jakarta menambahkan, madrasah juga mendorong kreativitas siswa melalui berbagai kegiatan. Pemanfaatan bahan daur ulang dalam pembelajaran menjadi salah satu bentuk kreativitas yang mendapat perhatian.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ajang kreativitas peserta didik dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Siswa mendapat ruang untuk mengembangkan ide sekaligus menunjukkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang edukatif dan kreatif.
Sementara itu, Ketua Komite MTsN 43 Jakarta mengatakan komite berperan sebagai jembatan komunikasi antara madrasah dan wali murid. Komite membantu menyampaikan berbagai program madrasah kepada orang tua siswa.
“Insya Allah, apa pun programnya, wali murid memberikan dukungan penuh sehingga kolaborasi dengan madrasah terjalin dengan baik,” pungkasnya.
Kolaborasi antara madrasah, komite, wali murid, masyarakat, dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan. Melalui kerja sama tersebut, MTsN 43 Jakarta terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung prestasi, kreativitas, karakter, dan potensi peserta didik.
