Ludi Oliansyah Tinjau Penataan Lapak Pasar Nendagung

PAGAR ALAM, HR — Pemerintah Kota Pagar Alam mulai menata pedagang Pasar Tradisional Nendagung dengan merelokasi mereka ke area gedung pasar. Kebijakan tersebut bertujuan menertibkan kawasan jalan sekaligus menciptakan pasar yang rapi, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah turun langsung ke Pasar Tradisional Nendagung pada Senin (13/7/2026) untuk memastikan setiap pedagang memperoleh kesempatan yang adil dalam mendapatkan lapak.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota memimpin langsung pengundian nomor lapak bagi para pedagang. Pengundian dilakukan untuk berbagai jenis lapak, mulai dari pedagang sayuran, ikan, daging, ayam, kuliner, sembako, hingga pedagang lainnya.

Sebanyak 164 pedagang sayuran akan menempati lapak di dalam gedung Pasar Tradisional Nendagung. Sementara itu, 340 pedagang lainnya akan ditempatkan di area lapak penjual ikan, daging, ayam, sembako, dan pusat kuliner.

Menurut H. Ludi Oliansyah, sistem pengundian dipilih agar pembagian lapak berlangsung adil, terbuka, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara para pedagang.

“Nomor lapak diundi agar semua pedagang memiliki kesempatan yang sama. Dengan cara ini, tidak ada tebang pilih dan tidak ada kecemburuan antara pedagang satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ia berharap setelah penataan selesai, seluruh pedagang dapat menempati lapak yang telah ditetapkan dan tidak lagi berjualan di luar area pasar. Dengan demikian, kawasan Pasar Tradisional Nendagung dapat menjadi pusat perekonomian yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.

Pemerintah Kota Pagar Alam juga berkomitmen terus melakukan penataan pasar tradisional agar aktivitas perdagangan berjalan lebih baik, sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat dalam berbelanja. jauhari gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *