JAKARTA, HR – Kegiatan belajar mengajar di SMK PGRI 24 Jakarta berjalan lancar. Sekolah kejuruan tersebut menerapkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pengetahuan teori, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan teknis dan karakter profesional.
SMK memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda dari jenjang pendidikan lainnya. Para siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sesuai bidang keahlian masing-masing.
Mereka mendapat bekal untuk menekuni berbagai profesi, seperti teknisi, chef, desainer, programmer, dan bidang pekerjaan lainnya. Karena itu, sekolah juga mendorong siswa mengembangkan keterampilan teknis sekaligus integritas dan sikap profesional.
SMK PGRI 24 Jakarta yang beralamat di Jalan Komplek Kebersihan Nomor 50, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, memiliki dua program keahlian utama di bidang teknik. Sekolah juga melengkapi pembelajaran dengan berbagai pelatihan dan kegiatan pendukung.
Dua program keahlian utama di SMK PGRI 24 Jakarta yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Program TKR berfokus pada bidang otomotif, termasuk perawatan dan perbaikan kendaraan. Sementara itu, program TITL membekali siswa dengan keterampilan instalasi, pemeliharaan jaringan, serta penggunaan berbagai peralatan listrik.
Kepala SMK PGRI 24 Jakarta, Vance Hasani, mengatakan kegiatan belajar mengajar berlangsung setiap Senin hingga Jumat. Pihak sekolah menerapkan proses pembelajaran secara interaktif dan variatif untuk mendorong motivasi serta keaktifan siswa.
“Suasana belajar yang fleksibel kami harapkan mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam setiap tahapan pembelajaran,” ujar Vance.
Selain kegiatan akademik, SMK PGRI 24 Jakarta juga menyediakan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dapat mengikuti kegiatan silat, Pramuka, dan futsal sesuai minat masing-masing.
Sekolah juga menerapkan kegiatan pembiasaan setiap Jumat. Para siswa mengikuti pembacaan Surat Yasin sebagai bagian dari kegiatan pembinaan karakter dan pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ekstrakurikuler di antaranya silat, Pramuka, dan futsal. Untuk pembiasaan setiap Jumat, kami mengadakan pembacaan Surat Yasin,” pungkas Vance.
