LANDAK, HR – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Ia juga meminta orang tua memperhatikan gizi anak dan memastikan mereka tetap bersekolah.
Karolin menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe, Rabu (8/7).
Dalam kesempatan itu, Karolin menyoroti angka stunting di Kabupaten Landak yang masih tinggi. Menurutnya, pola makan anak yang kurang bergizi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.
“Tolong diperhatikan apa yang dimakan anak-anak kita. Zaman modern ini di warung banyak makanan, banyak jajan. Akhirnya anak-anak kita makanannya tidak bergizi. Ditandai dengan apa? Angka stunting kita masih tinggi,” tegas Karolin di hadapan warga Desa Nyayum.
Karolin meminta orang tua lebih selektif memilih makanan untuk anak. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang mengandung protein dan memiliki harga terjangkau.
Ia mencontohkan tahu, tempe, dan kacang hijau sebagai sumber pangan bergizi yang mudah masyarakat dapatkan. Menurutnya, makanan mahal belum tentu memiliki kandungan gizi yang lebih baik.
“Jangan hanya makan tepung-tepung kayak cilok, cimol, apalah itu cireng. Karena itu tidak ada kandungan proteinnya. Yang murah-murah, kayak tahu, tempe, kacang hijau, itulah yang bergizi. Yang mahal-mahal belum tentu bergizi,” jelasnya.
Selain masalah gizi, Karolin menyoroti pendidikan anak. Ia mengaku prihatin karena masih ada anak usia sekolah menengah pertama yang berhenti sekolah untuk bekerja sebagai penambang emas tanpa izin (PETI) atau dompeng.
Karolin menegaskan pendidikan harus tetap menjadi prioritas meski keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi. Ia meminta orang tua terus mendorong anak menyelesaikan pendidikan.
“Ini sekarang musim dompeng, pada berhenti sekolah yang SMP-SMP. Biar kaki ke atas kepala ke bawah, orang tua itu pasti pengen anak-anaknya sukses. Salah satu caranya adalah paksa sekolah. Jangan dia berhenti, jangan dia enggak mau sekolah,” ujar Karolin.
Pada kesempatan yang sama, Karolin mengajak masyarakat, terutama orang dewasa dan lanjut usia, memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang pemerintah sediakan.
Ia menyoroti kasus diabetes dan hipertensi yang mulai muncul pada usia lebih muda. Karena itu, Karolin meminta warga rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau tenaga medis.
Karolin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya informasi kesehatan yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya.
“Kalau ada persoalan kesehatan jangan percaya TikTok, jangan percaya kata tetangga. Terus jangan merasa, ‘Ah enggak ada rasa apa-apa Bu biasa aja’. Pada waktunya badannya akan menyerah. Jadi saya ingin agar orang Landak itu sehat semua, panjang umurnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran tentang pola hidup sehat, pemenuhan gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan, serta pentingnya pendidikan anak sebagai investasi jangka panjang. lundak pakpahan
