PANGKALPINANG, HR — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bergerak cepat mencari solusi atas kerusakan Dermaga Pelabuhan Sadai di Kabupaten Bangka Selatan. Kerusakan tersebut memaksa pelayanan kapal feri dialihkan sementara ke Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.
Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, mengatakan pihaknya telah mengundang PT ASDP Cabang Bangka dan Dinas Perhubungan untuk membahas langkah percepatan perbaikan dermaga. Selain itu, rapat juga membahas dampak pengalihan operasional terhadap tarif penyeberangan.
Didit menjelaskan kerusakan dermaga menyebabkan aktivitas bongkar muat dan pelayanan penumpang di Pelabuhan Sadai dihentikan sementara demi alasan keselamatan.
“Akibat kerusakan dermaga di Pelabuhan Sadai, aktivitas bongkar muat dan penumpang dihentikan sementara karena berisiko terhadap keselamatan. Untuk sementara, pelayanan dialihkan ke Pelabuhan Pangkalbalam,” ujar Didit.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi logistik antara Pulau Bangka dan Belitung. Oleh sebab itu, DPRD Babel akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar proses perbaikan dapat dipercepat.
“Kami juga akan segera berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan RI agar persoalan ini segera diselesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, menyampaikan pihaknya telah berupaya mencari alternatif operasional. Namun, uji coba penggunaan dermaga lain tidak berhasil karena faktor cuaca dan kondisi teknis.
Agustinus menjelaskan pemindahan operasional ke Pelabuhan Pangkalbalam turut memengaruhi biaya operasional kapal. Salah satu penyebabnya ialah kapal belum memperoleh izin penggunaan BBM bersubsidi sehingga sementara masih menggunakan BBM industri.
Selain itu, jarak pelayaran juga bertambah. Jika sebelumnya lintasan menuju Pelabuhan Sadai sekitar 82 mil, kini kapal harus menempuh sekitar 113 mil menuju Pangkalbalam atau bertambah sekitar 30 mil.
Karena itu, penyesuaian tarif penyeberangan tengah dipersiapkan. Namun, tarif baru masih menunggu proses administrasi di tingkat pusat.
“Saat ini Surat Keputusan Gubernur sudah ditandatangani, tetapi masih menunggu proses Keputusan Direksi di kantor pusat serta pencetakan tiket baru,” jelas Agustinus.
Saat ini Kapal Menumbing Raya telah beroperasi dari Pelabuhan Pangkalbalam. Meski demikian, pelayanan sementara hanya melayani angkutan kendaraan melalui sistem carter hingga seluruh proses perizinan dan penyesuaian operasional selesai.
Pemerintah dan DPRD Babel berharap percepatan perbaikan Dermaga Sadai dapat segera dilakukan agar pelayanan penyeberangan kembali normal, distribusi barang tetap lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bangka Belitung tidak terganggu. agus priadi






