Dianiaya, Aktivis 98 Malah Dikriminalisasi

oleh -246 views
JAKARTA, HR – Ratusan aktivis 98 lintas eksponen meminta Polres Kota Bekasi agar melepaskan aktivis 98 asal Trisakti Ismet Marahari, ST yang terkena kriminalisasi.
Menurut para aktivis 98 yang diwakili Lufti Nasution, yang diterima HRonline.com mengatakan bahwa Ismet-lah yang justru menjadi korban penganiayaan dan dikriminalisasi para pelaku yang melaporkannya.
Oleh karena itu Lufti menyatakan, Polisi harus segera membebaskan Ismet tanpa syarat. Polisi justru harus mengusut penganiayaan yang dilakukan ke 3 pelaku terhadap Ismet. “Kawan kita Ismet yang menjadi korban, kenapa malah dia yang ditangkap. Ismet hanya melerai perkelahian antara ibunya denga ketiga wanita yang mengeroyok Ibundanya,” tegas Lufti.
Ismet menurut Lutfi telah melakukan visum. Dan, hasilnya memang terbukti dia dianiaya oleh ketiga korban yang kebetulan bersaudara . Anehnya, malah kepolisian menindaklanjuti laporan ke 3 pelaku tersebut.
Ismet Marahari, ST adalah Eksponen’98 Univ. Trisakti, Alumnus GMNI, Kader PDI Perjuangan dan Relawan Jokowi-JK Pada Pilpres 2014 lalu.
Kini para aktivis 98 kata Lutfi telah melakukan penggalangan bantuan hukum. Ada puluhan pengacara yang sudah disiapkan untuk membela Ismet.
Kronologi
Pada tanggal 09 November 2015 JAM : 08.30 WIB, di Jalan Mawar No. 15, Rt 10/02, Jakasampurna Bekasi Barat. Awalnya Ibu Aria (ibu kandung Ismed Masahari) saat jalan pulang menuju Rumah, ditengah perjalanan menuju rumah, Ibu Aria menegur NOI (salah satu penghuni kontrakannya) dengan mengatakan: “Saya masih menghormati kamu, mau memberitahukan ke kamu kalau yang boleh parkir mobil, hanya Mobil Mama Kamu”.
Yang ditegur Noi tapi IKI yang membalas menjawab dengan menunjuk jari telunjuk tangan kanan sambil memegang rokok dan mengeluarkan perkataan; “SINI LO, beraninya nyolot sama orang lain, kalau berani sini. Gak berani kan?” Ucap Iki.
Kemudian Ibu Aria maju mendekati IKI untuk menanya balik; “Maksudnya apa? Kemudian sambil menjelaskan ulang perkataannya:“Kan sudah diberitahu mobilnya kamu tidak boleh parkir lagi di sini, tapi masih tetap parkir.”
Perkataan itu dibalas Iki: “Gue gak parkir tempat itu,”.
Saat itu Ismed yang baru tiba ditempat melihat dan mendengar keributan itu mengatakan: “udah ga usah ribut ribut”
Perkataan Ismed itu disambut oleh Iki dan Noi dengan keroyokan. Saat dikeroyok Ismed membela diri dan menolak dengan mendorong salah seorang pengeroyoknya dari badannya da terjatuh. tom

Tinggalkan Balasan