DEPOK, HR — Kepala SDN Kalimulya 5, Ahmad Zainuddin, mengeluhkan sejumlah barang sekolah yang hilang saat proses pembangunan gedung berlangsung.
Ahmad mengatakan pembangunan gedung sekolah memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengajar. Namun, ia juga menghadapi kerugian karena sejumlah perlengkapan sekolah tidak lagi berada di tempat.
Barang yang hilang antara lain lima unit kipas angin, satu kursi guru beroda, peralatan dapur, alat untuk menggoreng, dan cobek.
Menurut Ahmad, kehilangan tersebut membuat pihak sekolah harus membeli kembali sejumlah perlengkapan. Kondisi itu tentu menambah beban kebutuhan sekolah.
Ahmad mengaku berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang telah membantu pembangunan gedung sekolah. Namun, ia berharap pihak kontraktor turut memperhatikan keamanan barang selama proses pembangunan.
Ia menduga pergantian tenaga tukang yang cukup sering membuat pihak sekolah kesulitan mengetahui pihak yang membawa barang tersebut.
Selain itu, kamera CCTV sekolah ikut dibongkar saat proses pembangunan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah kesulitan melakukan pengecekan terhadap keberadaan barang yang hilang.
Karena itu, Ahmad berharap kontraktor dapat meningkatkan pengawasan terhadap para pekerja. Ia juga meminta agar kejadian serupa tidak terjadi saat pembangunan sekolah lainnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak sekolah belum melaporkan kehilangan tersebut kepada kepolisian. Ahmad berharap kontraktor dapat menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain kehilangan barang, Ahmad juga mengeluhkan kondisi bagian ujung gedung sekolah. Ia mengatakan air masih merembes pada bagian tersebut.
Karena itu, pihak sekolah berharap kontraktor segera memperbaiki bagian gedung yang mengalami rembesan air.
