MAJALENGKA, HR — Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, menegaskan bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi benteng profesionalisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia media.
Pernyataan tersebut disampaikan Atal saat menghadiri pembukaan UKW Angkatan 77, 78, dan 79 di Kampus Politeknik Madira Indonesia, Kabupaten Majalengka, Rabu (22/7/2026). Selain menjadi narasumber, Atal juga bertugas sebagai salah satu penguji dalam kegiatan tersebut.
Menurut Atal, industri media saat ini menghadapi tantangan besar. Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat banyak media cetak menghentikan operasionalnya. Oleh karena itu, wartawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik.
“Semangat dan idealisme wartawan harus tetap dijaga. Tantangan boleh berubah, tetapi komitmen untuk menyajikan informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab tidak boleh luntur,” ujar Atal.
Atal merupakan wartawan senior berdarah Karo, Sumatera Utara. Ia memulai karier jurnalistik sebagai layoutman Harian Sinar Pagi di Jakarta sebelum menjadi wartawan peliput hiburan. Selama lebih dari tiga dekade berkiprah di dunia pers, Atal aktif di organisasi PWI, termasuk mengabdi sekitar 28 tahun di Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum PWI Pusat.
Dalam dialog bersama peserta, Atal juga menyoroti masih adanya oknum yang mengaku sebagai wartawan, tetapi tidak bernaung di perusahaan pers maupun organisasi profesi yang jelas. Menurutnya, kondisi tersebut dapat merusak citra profesi wartawan di mata masyarakat.
Karena itu, Atal mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi melalui UKW. Selain itu, ia meminta wartawan menjaga integritas, independensi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas.
Atal berharap UKW tidak hanya menjadi syarat memperoleh sertifikat kompetensi. Sebaliknya, UKW harus menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme wartawan sehingga kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi digital. lintong






