Anggota DPRD Barito Utara H Tajeri Saat Reses Tampung Aspirasi Masyarakat

oleh -162 views
oleh

MUARA TEWEH, HR – Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Teweh Tengah dari Partai Gerindra H Tajeri melaksanakan reses di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara (Barut). Dalam tersebut dihadiri Camat Teweh Tengah Jati Prayogo, Lurah Melayu, Lurah Lanjas, Ketua RT Lanjas dan Melayu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, dilaksanakan di aula serbaguna Barakati Jalan Pramuka, Jum’at (05/08/2022).

Reses yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Dapil I Kecamatan Teweh Tengah ini dilaksanakan untuk menampung aspirasi masyarakat, dimana pada saat terjadinya wabah Covid-19 banyak permintaan masyarakat yang belum terealisasi oleh pemerintah daerah. “Banyak mendapat antusia terkhusus dari Ketua RT. Karena yang di undang adalah Ketua RT, Lurah dan Camat,” katanya.

H Tajeri  Anggota DPRD Barito Utara wilayah pemilihan dapil I dari Partai Gerindra saat melaksanakan reses mengatakan, dari permintaan Lurah Lanjas juga beberapa Ketua RT meminta reses dilaksanakan di ibu kota kecamatan. “Kenapa  reses biasanya dilaksanakan di tempat-tempat atau desa yang jauh dari Muara Teweh, tidak ada ketentuan dan tergantung pada orang per orang, dan insya Allah reses ke dua dan seterusnya akan kita laksanakan di ibu kota,” katanya.

Dikatakannya, reses yang dilaksanakan ini dilaksanakan oleh orang per orang dan tidak dilaksanakan perkelompok walaupun di dapil I ini ada 9 (sembilan) orang anggota DPRD. “Kita masing-masing melaksanakan itu,” ucap H Tajeri.

Dikatakannya, tujuan utama dari dilaksanakannya reses ini adalah untuk menampung dan menyerap aspirasi dari pada masyarakat. “Intinya dari reses ini artinya kami menampung semua aspirasi yang ada di masyarakat, terkhusus masyarakat Barito I, Dapil I. Karena saya kebetulan perwakilan dapil Barito I,” kata dia.

Ditegaskan Tajeri, anggota DPRD bukannya terhormat, kami berdiri di beri tugas di DPRD itu sebagai wakil dari masyarakat. “Jadi tidak ada yang merasa di DPRD itu hebat, tidak, justru itu keliru, jadi kami ini wakil, pesuruh. Kalau tidak mau jadi pesuruh jangan mau jadi wakil rakyat, karena di pilih oleh rakyat, dan ini adalah amanah, kalau tidak di jalankan ya, konsekwensinya kalau tidak di dunia mungkin di akhirat,” ucap H Tejeri.

Banyak hal tadi yang sudah kita dengarkan, permintaan, permohonan dan bahkan sudah ada yang 2 sampai 3 tahun permohonan itu tidak ada realisasi, namun dalam hal ini kita sampaikan, kenapa hal ini tidak terealisasi karena keterbatasan anggaran tadi, disebabkan adanya pandemic Covid-19. “Harapan kita, mudah-mudahan dan syukur di tahun 2022 ini diperubahan nanti, usulan-usulan sebagian dari masyarakat terkhusus usulan prioritas biasa kita akomodir,” cetusnya.

“Sebagai contoh, dan menurut kita yang sangat emergenci adalah jembatan di Desa Lemo I. memang di tahun 2020 sudah  ok waktu itu dan dana sudah di siapkan, tetapi saat wabah covid-19 melanda dan sempat Bupati memanggil bagaimana mengatasi masalah itu. Mudah-mudahan di tahun 2023 misalkan anggaran cukup besar mungkin kita laksanaan tetapi misalkan anggarannya kecil mungkin harapan kita di perubahan ini di realisasikan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dengan reses ini, kemudian di tindak lanjuti di reses masa sidang ke tiga akhir pada bulan November-Desember. “Dan yang paling penting adalah di masa reses ke dua ini, karena berkaitan dengan pembahasan ABPD Tahun 2023,” pungkasnya. mps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *