BADUNG, HR — Gubernur Bali, I Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq dalam aksi bersih sampah di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis (5/3) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah percepatan penanganan persoalan sampah di Bali yang belakangan mendapat sorotan nasional hingga internasional.
Dalam sambutannya, Hanif Faisol menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah pusat cukup sering melakukan kunjungan ke Bali. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.
Ia menyebut sejumlah keluhan dari masyarakat internasional terkait persoalan sampah di Bali bahkan sampai kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hanif menegaskan pemerintah tidak bisa lagi mempertahankan pola lama pengelolaan sampah dengan sistem pungut-angkut-buang ke TPA Suwung. Tempat pembuangan tersebut sudah melebihi kapasitas dan menimbulkan dampak lingkungan.
Ia meminta pemerintah daerah segera memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumber, terutama di tingkat rumah tangga dan fasilitas publik.
“Kita tidak bisa menunda lagi. Mulai sekarang masyarakat harus memilah sampah dari sumbernya,” tegasnya.
Hanif juga menyampaikan bahwa TPA Suwung saat ini masuk dalam proses penyidikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pembenahan tata kelola sampah.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat sumber. Ia meminta Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung menuntaskan sistem pemilahan sampah organik paling lambat satu bulan ke depan.
Menurutnya, kepala daerah harus memimpin langsung gerakan pilah sampah hingga ke level rumah tangga.
Pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy. Proyek tersebut diperkirakan mulai beroperasi penuh dalam waktu 2,5 hingga 3 tahun.
“Kalau tidak mulai pilah dari sekarang, sampah akan terus menumpuk sampai tiga tahun ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga menyerahkan dua unit mesin pemotong kayu kepada Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Bantuan itu membantu penanganan sampah kiriman berupa kayu dan bambu yang sering terbawa arus laut ke kawasan pantai.
Hanif menjelaskan sampah kiriman dari laut menjadi tanggung jawab kementerian, namun penanganannya belum optimal. Bantuan alat tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam mengatasi persoalan sampah di Bali.
Aksi bersih pantai di Pantai Jimbaran melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, organisasi perempuan, hingga para pelajar.
“Bali sebagai daerah wisata harus bersih dari sampah. Jika Bali bersih, daerah ini akan semakin indah dan menarik bagi wisatawan mancanegara,” ujar Hanif. dyra








