JAKARTA, HR — SMP Negeri 89 Jakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 2 September 2026. Sekolah mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Membentuk Generasi yang Beriman dan Berakhlak Mulia.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga sekolah untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman. Seluruh siswa, guru, dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Panitia mengawali kegiatan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan dari panitia serta jajaran sekolah.
Ustaz Riza Muhammad kemudian menyampaikan ceramah tentang nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW. Ia mengajak para siswa menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak mulia yang dapat menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, generasi muda perlu menjadikan nilai tersebut sebagai pedoman dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama.
Kepala SMP Negeri 89 Jakarta, H. Nur Sehat, M.Pd., mengatakan kegiatan Maulid Nabi bertujuan meningkatkan karakter religius para siswa.
“Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan karakter religius siswa. Kehadiran penceramah dari luar juga memberikan semangat dan motivasi kepada mereka,” ungkap H. Nur Sehat.
Ia berharap para siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sesuai dengan misi sekolah.
SMP Negeri 89 Jakarta juga rutin menggelar berbagai kegiatan keislaman. Program tersebut antara lain salat Zuhur berjamaah, salat Asar berjamaah, salat Jumat, tadarus Al-Qur’an, salat Dhuha, dan tahfiz Al-Qur’an.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia kepada siswa.
Melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, sekolah berharap siswa tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai religius yang kami tanamkan meliputi keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” pungkasnya.
